Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Tegaskan Pembangunan Pesisir Barat Dimulai dari Desa

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Pesisir Barat – Penguatan hilirisasi komoditas pertanian, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta program vokasi masyarakat desa terus didorong sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat. Upaya tersebut diwujudkan melalui peninjauan langsung pengelolaan BUMDes, pelaksanaan program vokasi, serta fasilitas pascapanen di Pekon Marang, Rabu (17/12/2025), sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal dan sumber daya manusia.

Dalam kunjungan kerja ini, Gubernur Lampung yang juga didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, serta kepala perangkat daerah terkait memfokuskan kunker sebagai penguatan sektor pertanian, hilirisasi pascapanen, serta pengembangan ekonomi desa melalui BUMDes, dan vokasi masyarakat guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah tersebut.

Program BUMDes dan vokasi diarahkan untuk memperluas lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta menciptakan sumber pendapatan baru berbasis potensi lokal. Dibandingkan kondisi sebelumnya, desa kini memiliki unit usaha yang lebih terkelola dan mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam arahannya menyampaikan bahwa Kabupaten Pesisir Barat memiliki potensi alam yang sangat besar, baik dari sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, maupun perikanan. Namun menurutnya, keunggulan utama Pesisir Barat terletak pada kualitas sumber daya manusianya.

“Saya melihat potensi alam yang luar biasa, pariwisatanya sangat indah, komoditasnya luar biasa. Tapi yang paling penting, keunggulan Pesisir Barat ini adalah SDM-nya, punya semangat, punya keinginan untuk maju, punya keterbukaan, dan punya keinginan untuk bekerja sama.”

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Pesisir Barat harus dimulai dari desa. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung memilih Desa Marang sebagai program unggulan Desaku Maju pada tahun pertama pelaksanaan program.

“Saya ingin membuktikan kepada seluruh masyarakat Provinsi Lampung dan kepada dunia bahwa kita bisa menjadikan desa-desa Pesisir Barat ini maju, bisa memakmurkan rakyatnya, bisa melakukan inovasi, dan bisa melompat mengejar ketertinggalan.”

Ia menjelaskan bahwa kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur atau masuknya teknologi, melainkan dari kemampuan desa menciptakan nilai tambah bagi masyarakatnya.

“Maju bukan hanya infrastrukturnya, maju juga bukan hanya teknologinya. Semua yang ada di desa harus punya nilai tambah untuk masyarakat desa itu sendiri. Itulah yang namanya mandiri dan berdaulat.”

Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan nilai tambah hasil pertanian. Ia mencontohkan produksi padi di Desa Marang yang selama ini dijual dalam bentuk gabah basah.

“Jangan lagi petani menjual gabah basah. Kita pasang dryer supaya petani tidak menjual gabah basah lagi, tapi jadi gabah kering, nilainya lebih tinggi.”

Selain itu, Gubernur menekankan peran inovasi dan pemuda desa sebagai agen perubahan melalui program vokasi dan design thinking.

“Kalau menunggu dari luar, kita tidak tahu kapan datangnya. Kita harus punya semangat untuk mandiri, punya semangat untuk berdaulat, dan punya semangat untuk bangkit, caranya dengan inovasi.”

Mengakhiri kegiatan peninjauan program Vokasi di Desa Marang, Gubernur Lampung, Bupati Pesisir Barat, dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung membagikan sertifikan vokasi kepada seluruh peserta vokasi yang terdiri dari empat kelompok belajar. Semua sertifikat vokasi sudah sah diakui kemampuannya oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Republik Indonesia.

Selain itu, Gubernur Mirza beserta rombongan juga meninjau lokasi dryer yang masih berada di Desa Marang. Kunjungan ini dilakukan guna memastikan bahwa BUMDes benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, memperlancar akses ekonomi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.

Langkah ini sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi desa sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Melalui rangkaian kunjungan kerja ini, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan program pembangunan berjalan langsung di lapangan, terintegrasi antar sektor, serta memberikan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, sejalan dengan Visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas. (nr)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Jembatan Perintis Garuda Dibangun, Solusi Akses Transportasi Warga Kalipasir
Lampung Catat Inflasi 1,16 Persen, Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional
Dukung PON XXIII 2032, Lampung Kebut Realisasi Lahan Sport Center
TPT Lampung 4,21 Persen, Pemprov Perkuat Program Vokasi dan Penciptaan Kerja
Dorong Kolaborasi dan Inovasi, Gubernur Lampung Soroti Peran Mahasiswa dalam Pembangunan
7.855 Siswa Ditargetkan Ikut, Lampung Siapkan Tenaga Kerja Internasional
Momentum HUT ke-62, Lampung Pertegas Strategi Pembangunan Berkelanjutan
Kenang Jasa Pahlawan, Pemprov Lampung Gelar Upacara Ziarah

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 08:38 WIB

Jembatan Perintis Garuda Dibangun, Solusi Akses Transportasi Warga Kalipasir

Kamis, 2 April 2026 - 08:17 WIB

Lampung Catat Inflasi 1,16 Persen, Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional

Rabu, 1 April 2026 - 16:18 WIB

Dukung PON XXIII 2032, Lampung Kebut Realisasi Lahan Sport Center

Rabu, 1 April 2026 - 11:36 WIB

TPT Lampung 4,21 Persen, Pemprov Perkuat Program Vokasi dan Penciptaan Kerja

Rabu, 1 April 2026 - 08:20 WIB

Dorong Kolaborasi dan Inovasi, Gubernur Lampung Soroti Peran Mahasiswa dalam Pembangunan

Berita Terbaru