TNI AL Siap Produksi Obat Murah untuk Masyarakat

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut (Lafial) Drs Mochamad Kamal, menjadi tulang punggung farmasi pertahanan. (Instagram)

Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut (Lafial) Drs Mochamad Kamal, menjadi tulang punggung farmasi pertahanan. (Instagram)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut (Lafial) menyatakan kesiapannya untuk memproduksi

obat-obatan murah dalam jumlah besar guna mendukung program Kementerian Pertahanan dalam menekan harga obat nasional. Laboratorium ini akan ditingkatkan kapasitasnya dan menjadi bagian dari konsolidasi farmasi pertahanan negara.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa Lafial selama ini telah rutin memproduksi obat untuk kebutuhan prajurit dan siap jika ke depannya dialihkan di bawah Kementerian Pertahanan (Kemhan).

“Lafial sudah siap apabila nanti bergabung di bawah Kemhan semuanya. Selama ini kita sudah memproduksi obat untuk kebutuhan internal. Ke depan akan diperluas,” ujar Ali saat ditemui di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2025).

Ia menambahkan, fasilitas laboratorium di Pejompongan dan Bendungan Hilir akan direnovasi dan diperluas untuk meningkatkan kapasitas produksi. Langkah ini akan didukung langsung oleh Kemhan.

Langkah percepatan produksi obat murah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah melalui Kemhan untuk menjamin ketersediaan obat nasional dan mengintervensi harga pasar yang selama ini dianggap masih tinggi.

“Kita konsolidasikan laboratorium farmasi milik TNI AD, AL, dan AU menjadi satu sistem farmasi pertahanan negara yang memproduksi obat murah berkualitas,” kata Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta, Selasa (22/7).

Kementerian menargetkan produksi dalam jumlah besar dapat disalurkan melalui jaringan Koperasi Merah Putih dan menjangkau masyarakat umum, tidak terbatas pada anggota TNI.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar memastikan, BPOM akan mengawal proses produksi agar sesuai dengan standar mutu dan keamanan. Menurut dia, TNI merupakan mitra strategis karena telah memiliki sistem produksi yang teruji dan sumber daya manusia yang mumpuni.

“Dengan dukungan SDM TNI yang besar, kita optimistis kebutuhan obat di seluruh Indonesia bisa terpenuhi. Ini akan sangat membantu masyarakat dalam mengakses obat yang terjangkau,” ujar Taruna.

Kolaborasi Kemhan, TNI, dan BPOM ini diharapkan mulai memberikan dampak signifikan dalam enam bulan ke depan, seiring rampungnya peningkatan sarana produksi di sejumlah laboratorium milik TNI. (ihd)

Berita Terkait

Dukcapil Bergerak Pulihkan Hak Sipil Korban Gempa NTT, 3.055 Dokumen Diterbitkan
Dekranas Apresiasi Karya Kreatif DWP BIN di Pameran Roepa Merdeka
HUT ke-187 GPIB Immanuel, Bima Arya Soroti Tantangan Menjaga Nilai di Era Teknologi
Kemnaker Dorong Kerja Sama ILO untuk Perkuat Perlindungan Pekerja
Maulid Nabi, Momentum Menghidupkan Keteladanan di Tengah Krisis Akhlak
Dukcapil Jemput Bola ke Manggarai Barat, 358 Dokumen Kependudukan Berhasil Diterbitkan
Dukcapil Bergerak Cepat Pulihkan Layanan Adminduk Pascagempa di Ngada
Mendagri Tito Dorong Sinergi Pemda dan Desa untuk Cegah Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Dukcapil Bergerak Pulihkan Hak Sipil Korban Gempa NTT, 3.055 Dokumen Diterbitkan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:20 WIB

HUT ke-187 GPIB Immanuel, Bima Arya Soroti Tantangan Menjaga Nilai di Era Teknologi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Kemnaker Dorong Kerja Sama ILO untuk Perkuat Perlindungan Pekerja

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Maulid Nabi, Momentum Menghidupkan Keteladanan di Tengah Krisis Akhlak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Dukcapil Jemput Bola ke Manggarai Barat, 358 Dokumen Kependudukan Berhasil Diterbitkan

Berita Terbaru