JENDELANUSANTARA.COM, Sleman — PSS Sleman menatap laga terakhir Liga 1 Indonesia musim 2024/2025 dengan hampir seluruh kekuatan utamanya. Menjelang pertandingan krusial melawan Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (24/5), pelatih Pieter Huistra memastikan hampir seluruh pemain dalam kondisi siap tempur.
“Hampir semua pemain berada dalam kondisi prima. Hanya Phil Ofosu dan Fachruddin Aryanto yang belum pulih dari cedera jangka panjang. Selebihnya, semua siap diturunkan,” ujar Huistra dalam pernyataan di laman resmi klub, Rabu (21/5/2025).
Pelatih asal Belanda itu menambahkan, situasi ini membuatnya dihadapkan pada dilema positif. Dengan tidak adanya pemain yang terkena akumulasi kartu atau cedera baru, ia memiliki banyak opsi untuk menentukan komposisi terbaik di laga pamungkas musim ini.
“Ini tentu menggembirakan, tetapi sekaligus membuat saya harus lebih selektif. Saya akan memilih pemain terbaik yang siap memberikan segalanya di pertandingan nanti,” katanya.
Fokus dan Antusiasme Tinggi
Menghadapi laga penentuan, Huistra mengungkapkan bahwa intensitas latihan tetap terjaga meski cuaca di Sleman beberapa hari terakhir diguyur hujan. Menurutnya, kondisi itu tak menyurutkan semangat para pemain yang terus menunjukkan antusiasme tinggi.
“Latihan berjalan baik. Kami lebih banyak fokus pada pemulihan dan penyegaran fisik. Tidak ada yang terlalu spesial, tetapi semuanya sesuai rencana,” ujarnya.
Beberapa skema juga disiapkan secara khusus untuk menghadapi permainan Madura United. Huistra berharap strategi tersebut dapat berjalan efektif dan membawa hasil maksimal.
“Kami menyiapkan beberapa hal secara spesifik untuk laga ini. Semoga bisa membantu kami meraih poin penuh,” ucapnya.
Nasib di Ujung Musim
PSS Sleman wajib menang dalam laga tandang kali ini demi memastikan diri tetap bertahan di kompetisi Liga 1 musim depan. Tambahan tiga poin akan menjadi penentu nasib tim berjuluk Super Elja itu dari ancaman degradasi.
Dengan kondisi tim yang nyaris lengkap dan semangat juang tinggi, PSS berharap bisa menutup musim dengan kemenangan sekaligus mempertahankan eksistensinya di kasta tertinggi sepak bola nasional. (ihd)













