Pemprov DKI Permudah Pengambilan Ijazah Lulusan dari Keluarga Tidak Mampu 

Senin, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan syarat dan dokumen yang harus dipenuhi untuk mengajukan pengambilan ijazah tertunda atau pemutihan ijazah. Program ini menyasar lulusan satuan pendidikan swasta di Jakarta yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sarjoko, di Jakarta, Senin (28/4/2025), menjelaskan, syarat utama pengajuan meliputi kepemilikan KTP DKI Jakarta, berdomisili di DKI Jakarta, serta melampirkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

Calon penerima juga wajib terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menyerahkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diterbitkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kelurahan. Selain itu, pemohon tidak boleh memiliki pekerjaan formal.

Bagi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, harus disertakan surat keterangan dari kepala sekolah yang menyatakan dana KJP Plus telah digunakan untuk membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Pengajuan usulan disampaikan melalui Suku Dinas Pendidikan sesuai wilayah satuan pendidikan. Dokumen yang dilampirkan meliputi surat permohonan kepada Kepala Suku Dinas, fotokopi KTP (atau KTP orang tua/wali untuk yang berusia di bawah 17 tahun), fotokopi Kartu Keluarga, SKTM bagi yang belum terdaftar dalam DTKS, dan surat keterangan tunggakan dari sekolah.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya menyatakan, program ini mencakup ijazah tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Langkah ini diharapkan membuka akses lulusan terhadap dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

Pada tahap pertama, Pemprov DKI telah menebus ijazah tertahan milik 117 lulusan dengan nilai Rp596.422.200. Penebusan dilakukan bekerja sama dengan Baznas Bazis DKI Jakarta. Program akan berlanjut pada tahap kedua dengan target 250 lulusan pada pekan kedua Mei 2025.

“Minggu depan saya akan hadir dalam pemutihan tahap kedua. Untuk tahap ketiga, saya minta Pak Wakil Gubernur (Rano Karno) yang mewakili,” ujar Pramono. (ihd)

Berita Terkait

Kemenag Gelar Kursus, Penghulu Disiapkan Layani Pernikahan Lintas Negara
Akta Kelahiran Anak Jadi Prioritas, Wamendagri Ribka Dorong Pemda Capai 100 Persen
Presidenmusikindo Buka Panggung Talenta Muda, Gandeng Aldi Taher di Yogyakarta dan Jakarta
Presiden Sampaikan Taklimat kepada 800 Pati TNI-Polri, Mendagri Tito Turut Hadir
15.599 Siswa Ikuti Olimpiade Madrasah Bidang Sains Berebut 484 Tiket Nasional OMI 2026
Wagub Dimyati Beberkan Langkah Banten Wujudkan Ketahanan Pangan
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Pentingnya Akta Kelahiran bagi Setiap Anak
Wamendagri Bima Dorong Perubahan Paradigma Penanggulangan Bencana di Daerah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Kemenag Gelar Kursus, Penghulu Disiapkan Layani Pernikahan Lintas Negara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Akta Kelahiran Anak Jadi Prioritas, Wamendagri Ribka Dorong Pemda Capai 100 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Presidenmusikindo Buka Panggung Talenta Muda, Gandeng Aldi Taher di Yogyakarta dan Jakarta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Presiden Sampaikan Taklimat kepada 800 Pati TNI-Polri, Mendagri Tito Turut Hadir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:57 WIB

15.599 Siswa Ikuti Olimpiade Madrasah Bidang Sains Berebut 484 Tiket Nasional OMI 2026

Berita Terbaru

PURWAKARTA

Polres Purwakarta Dialog Humanis Berlangsung Tertib

Kamis, 8 Okt 2026 - 16:17 WIB

Yogyakarta

WJNC ke-10 Sukses Semarakkan Malam Yogyakarta

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:59 WIB