Kepemimpinan Golkar dalam Masa Transisi: Firdaus Minta Jokowi dan Tim ‘Pendawa Lima’ untuk Teruskan Estafet

Senin, 12 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Sebagaimana diberitakan di group SMSI network, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Ketua Umum Partai Golkar, dengan pertimbangan untuk menjaga stabilitas transisi pemerintahan dan keutuhan partai. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video, Airlangga menyatakan keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi politik yang ada dan demi memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan lancar.

Airlangga juga menegaskan bahwa Golkar, sebagai partai besar dan matang, akan segera menjalankan mekanisme organisasi sesuai dengan ketentuan AD/ART untuk menjaga marwah partai. Ia menekankan pentingnya peran partai politik sebagai pilar demokrasi dalam menjaga keberlanjutan sistem demokrasi di Indonesia dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus menyatakan, Airlangga Hartarto yang telah lama berjuang di partai politik dan saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian rela melepas jabatan sebagai ketua Umum Partai Golkar ini merupakan peristiwa sejarah, diharapkan Airlangga dapat fokus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dari dalam kabinet.

“Airlangga masih sangat kuat dalam posisinya saat ini, dan keberadaannya penting dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan koalisi. Terlebih, saat ini Golkar menjadi salah satu partai utama yang akan menentukan arah kepemimpinan Indonesia lima tahun ke depan,” ujar Firdaus kepada media group SMSI Network, Senin (12/8/2024).

Firdaus menyampaikan pernyataan tersebut menanggapi kabar pengunduran diri Airlangga dari posisi Ketua Umum Partai Golkar di Jakarta, Minggu (11/8/2024). Menurut Firdaus, langkah yang diambil Airlangga luar biasa, terutama mengingat peran strategis Golkar dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM plus) yang sedang memimpin di kancah politik nasional.

Firdaus menilai, peran dan kiprah Airlangga Hartarto dalam politik telah berhasil memperkuat dan membesarkan Partai Golkar. Keberhasilan Airlangga dalam memimpin Partai Golkar, menurut Firdaus, menjadikan pemilihan penggantinya sebagai langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan kedudukan politik dan marwah partai.

“Golkar telah mencapai posisi strategis di peta politik nasional berkat kepemimpinan Airlangga. Oleh karena itu, pemilihan sosok yang tepat untuk meneruskan estafet kepemimpinan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Firdaus berpendapat agar Presiden Joko Widodo, yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, dipertimbangkan menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Menurutnya, Jokowi adalah figur yang memiliki kapabilitas untuk menjaga stabilitas dan kesinambungan partai.

Selain posisi ketua umum, Firdaus juga menyebut pentingnya pemilihan jajaran teras partai yang tepat, termasuk dewan pembina dan penasihat.

Dalam pandangannya, sosok-sosok seperti Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Pembina, Aburizal Bakrie sebagai penasihat,  dan Bapak Jokowi sebagai Ketua Umum, Ridwan Hisyam sebagai Sekretaris Jenderal dan Dolly Kurnia Tanjung sebagai ketua Harian”

Lima orang yang disebutkan tadi, menurut Firdaus mereka dapat membentuk komposisi kepemimpinan yang solid, yang ia sebut sebagai ‘Pendawa Lima’.

Firdaus melihat kehadiran sosok Jokowi di kancah politik masih sangat dibutuhkan untuk memastikan visi dan misi partai serta koalisi berjalan dengan optimal.

“Dalam situasi seperti ini, pemimpin yang memiliki pengalaman dan kekuatan politik seperti Jokowi justru harus tetap berada di garis depan,” katanya.

Firdaus berharap komposisi ini mampu mempertahankan kekuatan dan stabilitas Golkar di masa mendatang, sehingga partai tetap menjadi salah satu pilar utama demokrasi di Indonesia.

Firdaus juga mengatakan “saya mengajak seluruh fungsional SMSI untuk ikut mengamati seluruh pergerakan dinamika politik dan ekonomi yang terus berkemang, karena sebagai organisasi perusahaan media Siber, kita wajib tahu arahnya kebijakan politik dan ekonomi dimasa akan datang” urainya

Pada sesi penutup Firdaus mengatakan “Partai Golkar Dan Airlangga merupakan Wujud Pengabdian terbaik Untuk Negeri” tandas Firdaus. (*)

Berita Terkait

Hadiri Rakornas TPAKD, Mendagri Pastikan Bantuan Apresiasi Pemda TA 2027 Tetap Ada
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Ekosistem Ekonomi Berbasis Potensi Daerah
Sekjen Kemendagri Minta Pemda Susun Aturan yang Permudah Pelayanan dan Tak Bebani Masyarakat
Sidang Duplik Kasus Dugaan Penyalahgunaan Gas LPG Subsidi Rampung, Kuasa Hukum Minta Gabriel Dibebaskan
Jaga Martabat Pesantren, Din Syamsuddin Ajak Seluruh Elemen Berantas Perundungan dan Tindakan Asusila
Peringatan Hari Santri 2026, Sekjen MUI Dorong Pesantren Ambil Peran Utama Peradaban Dunia
Hadiri Sidang Kabinet Paripurna, Mendagri Tito Simak Arahan Presiden soal Pentingnya Kekompakan
Ketua Umum TP Posyandu Tekankan Apresiasi Bagi Kader dan Pelindungan Perempuan-Anak

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Hadiri Rakornas TPAKD, Mendagri Pastikan Bantuan Apresiasi Pemda TA 2027 Tetap Ada

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Ekosistem Ekonomi Berbasis Potensi Daerah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Susun Aturan yang Permudah Pelayanan dan Tak Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Sidang Duplik Kasus Dugaan Penyalahgunaan Gas LPG Subsidi Rampung, Kuasa Hukum Minta Gabriel Dibebaskan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Jaga Martabat Pesantren, Din Syamsuddin Ajak Seluruh Elemen Berantas Perundungan dan Tindakan Asusila

Berita Terbaru