Kemendagri Apresiasi Peran KPI dan KPID dalam Memperkuat Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Umum

Selasa, 25 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Tangerang, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat maupun KPI Daerah (KPID) atas perannya dalam memperkuat penyelenggaraan urusan pemerintahan umum.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional KPI Tahun 2024 bertema “Melalui Penguatan Lembaga, Kita Wujudkan Penyiaran Kuat dan Bermartabat”.

Kastorius mengungkapkan, output dari urusan pemerintahan umum adalah terciptanya stabilitas, kesatuan, dan kerukunan bangsa. Dalam konteks demokrasi, KPI berperan sebagai “rem kebebasan” yang terkadang disalahartikan. Demokrasi, menurutnya, mesti mempunyai batas-batas yang jelas sehingga bisa berdampak positif terhadap masyarakat.

“Sebenarnya dari kacamata Kemendagri, fungsi dari Komisi Penyiaran ini sangat begitu strategis dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan umum,” katanya dalam acara yang digelar secara hybrid dari Nusantara Hall I ICE BSD Tangerang, Banten, Selasa (25/6/2024) tersebut.

Dia menambahkan, baik KPI Pusat maupun KPID berperan pula dalam memberikan literasi penyiaran kepada masyarakat. Dalam hal ini, Kemendagri sangat terbantu dengan keberadaan KPI Pusat dan KPID, khususnya di bidang yang berkaitan dengan peristiwa nasional seperti pemilihan umum (Pemilu), termasuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang sebentar lagi akan digelar.

“Pelembagaan daripada KPID di daerah bukan hanya sekadar soal anggarannya, tetapi juga soal posisinya di dalam kelembagaan-kelembagaan pemerintahan dan proses politik di daerah,” jelasnya.

Kastorius juga menjelaskan tiga prinsip yang harus diperhatikan dalam penguatan lembaga independen pengawas penyiaran tersebut. Pertama, secara struktural KPI harus menjadi lembaga yang terintegrasi dan baik secara sumber pendanaan. Kedua, adanya sosialisasi atau edukasi tentang keberadaan KPI Pusat dan KPID, khususnya di era disrupsi teknologi informasi.

“Saya kira kita ini paham tujuan luhur dari keberadaan KPI ini, baik secara historis maupun ke masa depan itu sangat penting, harus kita perjuangkan. Bahkan kalau ada tantangan sekarang karena disrupsi teknologi, justru harus diberikan sumber dana yang lebih kepada KPI untuk menjawab tantangan itu,” ujarnya.

Ketiga, memperkuat kelembagaan KPID dengan menanamkan komitmen kepada kepala daerah terhadap demokrasi, dan penyiaran media massa sebagai unsur yang penting di dalam penyelenggaraan pemerintahan. Lanjutnya, perlu kerja sama atau sinergi antarpihak, khususnya dengan masyarakat penyiaran.

“Banyak agenda di daerah yang sebenarnya harus digarap, pertanyaannya kembali ya itu, KPID atau KPI Pusat perlu merumuskan kembali peran dan fungsinya di tengah-tengah arus globalisasi, di tengah-tengah arus disrupsi teknologi dan juga penetrasi berbagai platform yang memang mulai agak sangat dalam mempenetrasi, khususnya [terhadap] generasi muda kita,” tegasnya.

Adapun dalam seminar ini juga hadir narasumber lainnya seperti Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Abdul Kharis Almasyhari; Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (DJPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Geryantika Kurnia; serta Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Sekretariat Kabinet Purnomo Sucipto.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri Minta Pemda dan BPS Selaraskan Data RTLH Secara By Name By Address
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Validasi Tahapan Musrenbang Otsus Sebelum Masuk Tingkat Provinsi
Try Sutrisno Wafat pada Usia 90 Tahun, Dikebumikan di TMP Kalibata
Menag Tegaskan Zakat Wajib, Minta Maaf telah Timbulkan Salah Tafsir
Dua Puskesmas Modular di Aceh Resmi Beroperasi, Layanan Kesehatan Kembali Optimal
TPG Guru Madrasah Lulusan PPG 2025 Belum Cair, Kemenag: Tunggu Proses Pengusulan Anggaran
Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa BIB 2026, Dosen PTK Didorong Tempuh Studi Doktoral
Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Perkembangan Positif, 11 Daerah Masih Dikebut

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 20:12 WIB

Mendagri Minta Pemda dan BPS Selaraskan Data RTLH Secara By Name By Address

Senin, 2 Maret 2026 - 19:40 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Validasi Tahapan Musrenbang Otsus Sebelum Masuk Tingkat Provinsi

Senin, 2 Maret 2026 - 13:15 WIB

Try Sutrisno Wafat pada Usia 90 Tahun, Dikebumikan di TMP Kalibata

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:46 WIB

Menag Tegaskan Zakat Wajib, Minta Maaf telah Timbulkan Salah Tafsir

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:20 WIB

Dua Puskesmas Modular di Aceh Resmi Beroperasi, Layanan Kesehatan Kembali Optimal

Berita Terbaru