BPBD Kabupaten Bekasi Siapkan Mitigasi Bencana Amankan TPS dari Banjir

Sabtu, 6 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Bekasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melakukan mitigasi untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi pada hari pemungutan suara Pemilu 14 Februari 2024.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis mengatakan ada sekitar 721 Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan banjir dari total 8.417 TPS di Kabupaten Bekasi, yang tersebar di 65 desa yang ada di 20 kecamatan. Adapun lokasi TPS yang paling rawan ada di Kecamatan Babelan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan para Camat, ada sebagian TPS tersebut yang memang sudah digeser dari lokasi yang rawan, seperti di Sukatani, Serang Baru, sehingga ini mengurangi jumlah TPS rawan,” ungkapnya, saat acara Rakor Kesiapsiagaan Bencana di Gedung BPBD Kabupaten Bekasi, pada Senin, (06/02/2024).

Untuk mengoptimalkan informasi dan komando, BPBD Kabupaten Bekasi telah menyiapkan Posko Komando Utama di Kantor BPBD, dan 6 Pos Aju yang disebar di beberapa wilayah kecamatan yang TPS-nya rawan banjir.

Muchlis menjelaskan, Pos Aju Utama 1 ada di Kecamatan Cabangbungin, Pos Aju Utama 2 di Kecamatan Babelan, Pos Aju Utama 3 di Kecamatan Pebayuran, Pos Aju Utama 4 di Kecamatan Karangbahagia, Pos Aju Utama 5 di Kecamatan Cibitung, dan Pos Aju Utama 6 ada di Kecamatan Cikarang Pusat.

“Jadi nanti 1 Pos ini membawahi beberapa kecamatan di sekitarnya. Untuk Pos Aju di Cabangbungin ini masih kita pertimbangkan apakah di Cabangbungin ataukah kita geser di Muaragembong. Pos-pos ini nantinya bisa kita geser sesuai dengan kondisinya seperti apa,” ungkapnya.

Di setiap Pos Aju tersebut BPBD menyiapkan mobil rescue atau mobil pick up, perahu karet, dayung, pelampung, mopel, tenda keluarga, lampu penerangan lampu dan kabel, velbed, matras, tikar, tandu dan spanduk.

Sementara jumlah personel yang disiapkan terdiri dari 65 petugas BPBD, 500 petugas dari unsur kecamatan, 77.129 orang dari KPU, 4.200 orang dari FPRB, 50 orang dari komunitas, 1.800 anggota Destana ditambah personel TNI-Polri.

“Rencana posko-posko ini akan didirikan tanggal 12 Februari, untuk Piket Posko disiagakan tanggal 13, 14, dan 15 Februari yang akan bertugas 24 jam. Mereka akan berkoordinasi dengan petugas PPK memantau PPS masing-masing,” tuturnya.

Untuk antisipasi penyelamatan logistik, lanjut Muchlis, apabila terjadi bencana banjir dan sebagainya, langkah pertama akan dilakukan dengan aktivasi komando, kemudian penyelamatan dan evakuasi, serta aktivasi lokasi pengungsian. (HS)

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Apresiasi Gerakan Biopori, Dorong Warga Siaga Hadapi Musim Kemarau
Jaringan Agen BRILink BRI KC Cikarang Semakin Dekat dan Cepat Untuk Layanan Perbankan
Harris Bobihoe Paparkan Visi Bumi Patriot Menuju Kota Modern yang Terkoneksi
Pelatihan Pengurusan Izin BPOM Jadi Langkah Pemkot Bekasi Majukan UMKM Lokal
Kali Bekasi Diduga Tercemar, DLH dan KP2C Lakukan Penelusuran Hingga Kabupaten Bogor
Tri Adhianto Pastikan Penataan Pasar Baru Berlanjut, Fasilitas Modern Dibangun Secara Bertahap
Kader KB Kota Bekasi Diperkuat Lewat Sarasehan, Dukung Program Kependudukan Nasional
Polda Banten Awali Pendidikan Bintara SPKT 2026 dengan Fokus pada Moral dan Literasi

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:32 WIB

Wali Kota Bekasi Apresiasi Gerakan Biopori, Dorong Warga Siaga Hadapi Musim Kemarau

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:36 WIB

Jaringan Agen BRILink BRI KC Cikarang Semakin Dekat dan Cepat Untuk Layanan Perbankan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:05 WIB

Harris Bobihoe Paparkan Visi Bumi Patriot Menuju Kota Modern yang Terkoneksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:11 WIB

Pelatihan Pengurusan Izin BPOM Jadi Langkah Pemkot Bekasi Majukan UMKM Lokal

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:04 WIB

Kali Bekasi Diduga Tercemar, DLH dan KP2C Lakukan Penelusuran Hingga Kabupaten Bogor

Berita Terbaru