JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Ame The Martian, bassist Cikini Rock, menjadi bagian penting dalam perjalanan unit grunge asal Jakarta tersebut dalam meramu musik yang memadukan nostalgia era grunge dengan sentuhan alternative rock modern.
Sejak terbentuk pada awal 2022, Cikini Rock konsisten mengeksplorasi karakter musik dengan distorsi gitar tebal, vokal mentah, serta lirik yang merefleksikan kehidupan urban masa kini. Ame The Martian bersama empat personel lainnya menghadirkan energi musik yang terinspirasi dari Seattle Sound, tetapi tetap mengedepankan identitas khas mereka.
Ame The Martian menjelaskan, Cikini Rock digawangi oleh Acel sebagai vokalis, Eca pada gitar, Nova sebagai lead guitar, dirinya pada bass, serta Roni di posisi drum.
“Pengaruh musik dari Seattle Sound sangat terasa dalam rilisan kami. Namun, Cikini Rock berhasil meramu identitas unik mereka sendiri lewat warna vokal yang khas dan aransemen musik yang dinamis,” ujar Ame The Martian saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, Rabu (4/11/2026).
Bagi Cikini Rock, eksplorasi musik bukan sekadar menghadirkan kembali karakter grunge era 1990-an. Band ini juga berupaya mengolah pengaruh tersebut menjadi karya yang relevan dengan perkembangan musik dan kehidupan generasi masa kini.
Kehadiran Ame The Martian di lini bass turut melengkapi karakter musikal Cikini Rock yang mengandalkan perpaduan distorsi, dinamika aransemen, dan atmosfer nostalgia. Bersama para personel lainnya, ia menjadi bagian dari perjalanan band dalam membangun identitas di tengah perkembangan skena musik alternatif Indonesia.
Dengan konsistensi mengeksplorasi grunge dan alternative rock, Cikini Rock terus membawa semangat Seattle Sound ke dalam lanskap musik Jakarta, sekaligus menawarkan warna tersendiri bagi pendengar musik alternatif. (Aga)














