JENDELANUSANTARA.COM, Kabupaten Bandung – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan, mensyukuri nikmat kehidupan, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, kesehatan menjadi modal penting agar masyarakat dapat menjalani aktivitas dan berkontribusi bagi lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan KDS dalam rangkaian Peringatan Hari Osteoporosis Nasional (HON) bersama Persatuan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI) Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026, Minggu (25/10/2026).
KDS menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat kesehatan lahir dan batin yang diberikan Allah SWT. Ia juga mengingatkan bahwa setiap amanah, termasuk dalam kepemimpinan, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan kesadaran untuk terus memperbaiki diri.
“Yang paling penting, kita harus selalu bersyukur, melakukan introspeksi diri, dan menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing. Saya sebagai Bupati Bandung siap mengayomi seluruh masyarakat, meskipun tentu tidak semua harapan bisa dipenuhi,” ujar KDS.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat kolaborasi dalam membangun Kabupaten Bandung. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat untuk saling menghargai dan berbuat baik.
KDS berharap masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan kepemimpinan masih terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua PERWATUSI Kabupaten Bandung, Teja Sungkawa, menyampaikan bahwa peringatan HON 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak dini.
Menurutnya, kesehatan tulang merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung masyarakat agar tetap aktif dan mandiri seiring bertambahnya usia. Osteoporosis kerap tidak menunjukkan gejala hingga terjadi patah tulang, sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum muncul komplikasi.
“Jangan menunggu sampai tubuh memberikan peringatan baru kita mulai peduli. Mari biasakan bergerak, berolahraga sesuai kemampuan, memperhatikan asupan nutrisi, dan menjaga pola hidup sehat,” kata Teja.
Ia menambahkan, menjaga kesehatan tulang dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin. Kegiatan olahraga bersama juga menjadi sarana untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Teja berharap edukasi mengenai kesehatan tulang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, baik di perkotaan maupun perdesaan. Dengan demikian, kepedulian terhadap kesehatan tulang tidak hanya tumbuh saat peringatan HON, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Melalui peringatan HON 2026, PERWATUSI mendorong masyarakat untuk menjadikan pola hidup sehat sebagai investasi jangka panjang, agar dapat terus bergerak, menjalani aktivitas secara mandiri, serta menikmati kebersamaan bersama keluarga.(lsi)
Sumber : Diskominfo Bandung














