JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta – Berangkat dari pengalaman menghadapi kesulitan belajar tata bahasa Arab atau nahwu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan Tarkeeb, sebuah platform pembelajaran nahwu berbasis artificial intelligence (AI) dan gamifikasi. Inovasi tersebut berhasil membawa Tim Tarkeeb meraih Juara 1 kategori Bisnis Digital tahap awal dalam KMI Expo XVII 2026.
Ketua Tim Tarkeeb, Sabrina Amalia Syahhida, mengatakan ide pengembangan aplikasi tersebut muncul dari permasalahan yang sering ditemui dalam proses pembelajaran nahwu. Menurutnya, banyak pelajar masih mengalami kesulitan memahami struktur bahasa Arab karena pembelajaran cenderung berfokus pada hafalan kaidah.
“Kami merasakan bagaimana sulitnya belajar nahwu dengan metode hafalan yang membuat pusing. Belum ada alat bantu yang mempermudah kami belajar nahwu atau tata bahasa Arab,” ujar Sabrina saat dihubungi pada Selasa (6/10).
Dari permasalahan tersebut, Sabrina bersama tim kemudian melakukan validasi kebutuhan pengguna sebelum mengembangkan aplikasi. Survei dilakukan kepada 81 responden untuk mengetahui kendala utama dalam pembelajaran nahwu.
“Hasilnya, 72,2 persen responden kesulitan menentukan i’rab, 45,6 persen sulit menghafal kaidah, dan 82,3 persen belum pernah menggunakan aplikasi mobile untuk belajar nahwu. Padahal, 86,1 persen tertarik menggunakan aplikasi pembantu dalam belajar tata bahasa Arab,” jelas Sabrina.
Menurut Sabrina, hasil survei tersebut menjadi dasar keyakinan tim bahwa Tarkeeb memiliki peluang untuk membantu pengguna memahami nahwu melalui pendekatan digital.
Hadirkan Pembelajaran Nahwu Berbasis AI
Tarkeeb dikembangkan sebagai platform yang menggabungkan teknologi AI dan konsep gamifikasi agar pembelajaran nahwu menjadi lebih menarik. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur utama, seperti visualisasi Grammar Tree untuk memahami struktur kalimat Arab, Smart Scan AI yang mampu menganalisis teks Arab secara langsung, serta fitur komunitas pembelajaran.
Sabrina menjelaskan bahwa keunggulan utama Tarkeeb terletak pada fokus aplikasinya yang secara khusus membahas nahwu, bukan hanya pembelajaran bahasa Arab secara umum.
“Kami membawa inovasi bernama Tarkeeb, sebuah platform pembelajaran nahwu berbasis AI dan gamifikasi. Kami membuat aplikasi yang dapat membantu mahasiswa dan santri memahami struktur dalam bahasa Arab, bukan hanya melalui hafalan, tetapi lewat visualisasi Grammar Tree, Smart Scan AI, fitur komunitas, dan beberapa fitur yang seru serta menyenangkan,” kata Sabrina.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut menjadi pembeda Tarkeeb dibandingkan aplikasi pembelajaran lainnya.
“Yang membuat kami berbeda adalah belum ada aplikasi yang fokus secara spesifik pada nahwu dengan pembelajaran yang menyenangkan,” ujarnya.
Dikembangkan Melalui Proses Hampir Satu Tahun
Perjalanan Tarkeeb dimulai sejak November 2025 ketika Sabrina bersama empat anggota tim lainnya mulai membangun konsep bisnis tersebut. Pada Januari 2026, mereka mengikuti Vessel Program SEBI UMY dan memperoleh pendanaan awal dari universitas untuk mengembangkan aplikasi.
Setelah itu, Tim Tarkeeb berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), mendapatkan pendanaan pengembangan, membuat prototipe, melakukan uji coba internal, mengikuti berbagai pameran, serta melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.
Sabrina mengungkapkan bahwa proses pengembangan tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga memastikan aplikasi mampu menjawab kebutuhan pengguna.
“Strategi kami adalah fokus menyelesaikan masalah pengguna, bukan sekadar menambah fitur. Kami juga berusaha memaksimalkan setiap poin penilaian dalam kompetisi serta rutin berlatih dan berkonsultasi dengan mentor untuk memastikan arah pengembangan kami tetap tepat,” jelasnya.
Lima Mahasiswa dengan Peran Berbeda
Dalam pengembangan Tarkeeb, Sabrina berperan sebagai Chief Executive Officer (CEO) sekaligus ketua tim yang bertanggung jawab mengatur strategi, koordinasi tim, dan materi aplikasi.
Ia bekerja bersama Helmina Rahmawati sebagai Chief Financial Officer (CFO) yang mengelola keuangan, Muqsithoh Harokiyyah sebagai Chief Marketing Officer (CMO) yang menangani pemasaran dan media sosial, Latfiansya Dzikri sebagai Chief Technology Officer (CTO) yang mengembangkan aplikasi, serta Rayhan Fatih R. sebagai Chief Operating Officer (COO) yang mengatur operasional dan mendukung konten.
Raih Juara KMI Expo XVII 2026
Kerja keras tim selama hampir satu tahun membawa Tarkeeb tampil dalam KMI Expo XVII 2026 dan berhasil meraih Juara 1 kategori Bisnis Digital tahap awal.
Selain teknologi yang ditawarkan, Tarkeeb juga mengusung konsep bisnis digital dengan harga layanan yang terjangkau, yaitu Rp19.000 per bulan. Sabrina menjelaskan bahwa pemilihan model bisnis digital dilakukan agar aplikasi dapat menjangkau lebih banyak pengguna dengan biaya yang efisien.
Sabrina mengaku keberhasilan di KMI Expo XVII 2026 menjadi pengalaman berharga bagi timnya. Selain mendapatkan penghargaan, mereka juga memperoleh kepercayaan diri untuk mengembangkan Tarkeeb secara lebih luas.
“Juri sangat antusias dengan produk kami, yaitu Tarkeeb. Yang paling penting, kami menjadi lebih percaya diri bahwa Tarkeeb memiliki potensi yang sangat besar,” ungkap Sabrina.
Ke depan, Sabrina berharap Tarkeeb dapat terus dikembangkan sehingga mampu membantu lebih banyak mahasiswa, santri, dan masyarakat dalam mempelajari bahasa Arab dengan metode yang lebih mudah dan menyenangkan.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang ingin membangun inovasi agar berani memulai dan konsisten menjalankan proses.
“Jangan takut untuk memulai, fokus terhadap masalah nyata, dan selalu konsisten terhadap apa yang sudah dimulai. Hasil itu tidak instan, tetapi prosesnyalah yang membuat kita terus tumbuh dan berkembang,” pesan Sabrina. (lsi)
Sumber : Humas Umy














