JENDELANUSANTARA.COM, Pandeglang — Tim SAR gabungan memperluas area pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Pencarian pada Rabu (9/9/2026) difokuskan ke arah barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau berdasarkan analisis data digital dan pemetaan SAR.
Kepala Kantor SAR Banten melalui Kepala Seksi Operasi Riski Dwiyanto mengatakan, operasi pencarian memasuki hari kedua dengan mengerahkan kekuatan penuh dari unsur Basarnas, TNI, dan Polri. Sebanyak enam kapal dilibatkan dan dibagi ke dalam lima satuan tugas pencarian atau Search and Rescue Unit (SRU).
“Area pencarian kita perluas karena hasil dari SAR Map mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nautical mile,” kata Riski di Pandeglang, Rabu.
Lima jurnalis tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak ketika berada dalam rombongan yang menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga Rabu, tim gabungan masih menyisir perairan dan sejumlah pulau di sekitar lokasi.
Riski menjelaskan, KN SAR Tual K dikerahkan untuk melakukan pencarian di area seluas 68,3 nautical mile. Kapal KAL Anyer milik Lanal Banten menyisir wilayah dengan cakupan 69,5 nautical mile.
Pencarian juga dilakukan menggunakan RIB 01 dan RIB 03 Lampung dengan cakupan sekitar 67 nautical mile. Sementara itu, RIB 02 Banten difokuskan menyisir secara lebih dekat kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Penyisiran di sekitar pulau-pulau tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban ataupun bagian dari kapal yang terbawa arus dan kemudian terdampar di pulau-pulau kecil di sekitar kawasan Anak Krakatau.
Adapun KP Sanjay milik Polairud Polda Banten mendapat wilayah pencarian dengan cakupan sekitar 67,3 nautical mile.
Kapolda Banten Pimpin Koordinasi
Kepala Kepolisian Daerah Banten Inspektur Jenderal Hengki turut memimpin koordinasi dengan tim SAR gabungan di Posko SAR Nasional Pandeglang. Ia meminta seluruh unsur yang terlibat mengoptimalkan pencarian dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas.
“Seluruh tim yang dikerahkan agar memastikan kesiapan dan kerja keras secara maksimal dalam keterpaduan tim SAR ini,” ujar Hengki.
Menurut Hengki, selain memperkuat penyisiran di lapangan, kepolisian menyiagakan tim dokter dan fasilitas pendukung. Kesiapan tersebut diperlukan untuk mempercepat proses identifikasi apabila dalam operasi pencarian ditemukan korban.
Hengki juga meminta agar keluarga korban yang datang ke lokasi memperoleh fasilitas tempat beristirahat selama menunggu perkembangan operasi pencarian.
Di tengah aktivitas pencarian, faktor keselamatan juga menjadi perhatian karena operasi berlangsung di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih memiliki potensi aktivitas erupsi. Hengki meminta seluruh personel terus memantau perkembangan aktivitas gunung api serta informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kita harus tetap mengutamakan keselamatan dengan memperhatikan perkembangan situasi erupsi serta informasi cuaca dari BMKG,” katanya.
Untuk mencegah beredarnya informasi yang simpang siur, kepolisian juga membentuk grup komunikasi khusus bagi Satuan Tugas Terpadu Pencarian. Informasi mengenai perkembangan operasi kepada masyarakat dan media akan disampaikan melalui satu pintu.
“Untuk menghindari simpang siur informasi, pihak kepolisian membentuk Grup WhatsApp khusus Satgas Terpadu Pencarian. Penyampaian informasi kepada publik maupun rekan-rekan media hanya akan dilakukan melalui satu pintu,” ujar Hengki.
Tim SAR gabungan hingga kini terus mengandalkan analisis data digital, kondisi arus laut, cuaca, serta hasil penyisiran langsung untuk menentukan sektor pencarian berikutnya. Perluasan area dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan rombongan jurnalis yang hilang kontak tersebut. (ihd)














