Mendagri Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Indonesia Ditargetkan Keluar dari Middle Income Trap

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, negara-negara yang berhasil menjadi negara maju umumnya mampu melewati fase tersebut setelah mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Untuk mencapai target tersebut, Mendagri menekankan pentingnya penguatan empat komponen utama pertumbuhan ekonomi yang perlu dioptimalkan secara bersama oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda). Penekanan ini disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (7/9/2026).

“Spesifik mengenai masalah pertumbuhan ekonomi dan kita akan betul-betul kawal juga sama-sama. Karena kita ingin keluar dari negara berkembang, terjebak pada pendapatan kelas menengah, middle income trap. Salah satu kuncinya adalah pertumbuhan ekonomi harus tinggi, bila perlu double digit,” katanya.

Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan empat komponen utama yang perlu diperkuat. Pertama, konsumsi rumah tangga. Tingginya konsumsi rumah tangga mencerminkan kuatnya daya beli masyarakat. Sebaliknya, ketika daya beli melemah, konsumsi rumah tangga turut mengalami penurunan.

“Itu menyumbang hampir 50 persen angka pertumbuhan ekonomi. Apakah masyarakat memiliki daya beli, sehingga mereka belanja, konsumsi. Itu menjadi penyumbang terbesar, dan ini melibatkan pemerintah pusat maupun daerah,” jelasnya.

Kedua, belanja pemerintah, baik pusat maupun daerah. Mendagri menekankan pentingnya memastikan realisasi belanja pemerintah berjalan sesuai target. Kemendagri pun secara berkala mengevaluasi realisasi belanja setiap daerah. Daerah dengan realisasi belanja yang masih rendah akan mendapatkan perhatian dan pengingat dari pemerintah. Dalam proses tersebut, Kemendagri juga menurunkan tim untuk melakukan pemantauan.

“Belanja pemerintah sangat penting, karena untuk meyakinkan bahwa uang pemerintah beredar di masyarakat, dan bisa memancing, menstimulan sektor swasta,” ujarnya.

Ketiga, investasi dalam negeri maupun luar negeri. Mendagri mengatakan, peningkatan investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja, penambahan modal, serta peningkatan perputaran uang di masyarakat. Karena itu, investasi menjadi salah satu komponen penting yang perlu terus didorong oleh pemerintah pusat dan daerah.

“Kunci adalah bagaimana daerah bisa mempermudah investasi, mengundang investor, dan lain-lain agar hidup,” ucapnya.

Keempat, nilai ekspor yang lebih tinggi daripada impor. Mendagri menilai pemerintah pusat dan daerah perlu mendorong pengusaha, produsen, serta pelaku UMKM agar semakin berorientasi pada pasar ekspor. Pemda juga berperan dalam mengidentifikasi dan mendorong sektor-sektor unggulan yang memiliki potensi menembus pasar internasional.

“Kalau ekspor lebih banyak daripada impor, otomatis kita akan memiliki devisa, kita surplus dalam perdagangan internasional. Itu akan memberikan pertumbuhan ekonomi kita menyumbang [kenaikan], angkanya akan menjadi terdongkrak,” tandasnya.

Turut hadir pada Rakor tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan di Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan di Kantor Staf Presiden (KSP) Popy Rufaidah.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Optimalisasi Otonomi Daerah: Kemendagri Dorong Penguatan Manajerial dan Inovasi Kepemimpinan Lokal
Wujudkan Hunian Terjangkau: Mendagri Instruksikan Pemda Permudah Izin Pembangunan Rumah MBR
Ajang Bersejarah di Banten: 963 Pecatur Siap Rebut Gelar Juara pada Kejurnas Catur 2026
Kemendagri Dorong Penguatan Peran Karang Taruna sebagai Penggerak Pembangunan Nasional
Hadiri Rakornas TPAKD, Mendagri Pastikan Bantuan Apresiasi Pemda TA 2027 Tetap Ada
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Ekosistem Ekonomi Berbasis Potensi Daerah
Sekjen Kemendagri Minta Pemda Susun Aturan yang Permudah Pelayanan dan Tak Bebani Masyarakat
Hadiri Sidang Kabinet Paripurna, Mendagri Tito Simak Arahan Presiden soal Pentingnya Kekompakan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Optimalisasi Otonomi Daerah: Kemendagri Dorong Penguatan Manajerial dan Inovasi Kepemimpinan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Wujudkan Hunian Terjangkau: Mendagri Instruksikan Pemda Permudah Izin Pembangunan Rumah MBR

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Ajang Bersejarah di Banten: 963 Pecatur Siap Rebut Gelar Juara pada Kejurnas Catur 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Kemendagri Dorong Penguatan Peran Karang Taruna sebagai Penggerak Pembangunan Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Hadiri Rakornas TPAKD, Mendagri Pastikan Bantuan Apresiasi Pemda TA 2027 Tetap Ada

Berita Terbaru