Anak Krakatau Bentuk Kubah Lava Baru Pasca Runtuhan Tubuh Gunung

Sabtu, 5 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda saat mengalami erupsi dan mengeluarkan kolom abu setinggi 2.000 meter pada Minggu (17/7)2026) pukul 08.47 WIB. (PVMKG)

Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda saat mengalami erupsi dan mengeluarkan kolom abu setinggi 2.000 meter pada Minggu (17/7)2026) pukul 08.47 WIB. (PVMKG)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Gunung Anak Krakatau saat ini masih membentuk kubah lava baru setelah mengalami runtuhan tubuh gunung. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Rita Susilawati mengatakan, perkembangan tubuh gunung masih relatif kecil.

“Gunung Anak Krakatau saat ini masih membentuk kubah lava baru. Pertumbuhan tubuhnya masih relatif kecil,” kata Rita dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut belum menunjukkan potensi keruntuhan dalam skala besar yang dapat memicu tsunami. PVMBG juga terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi tubuh Gunung Anak Krakatau.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan pembentukan tubuh gunung setelah runtuhan yang terjadi pada 2020. Rita meminta masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir terhadap proses pertumbuhan Gunung Anak Krakatau saat ini.

“Para pengunjung tetap diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku. Status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga dengan radius rekomendasi tiga kilometer.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tersebut demi menghindari potensi bahaya dari aktivitas vulkanik. “Kami terus memantau perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi tubuh Anak Krakatau,” ucapnya. (rel)

Berita Terkait

Optimalisasi Otonomi Daerah: Kemendagri Dorong Penguatan Manajerial dan Inovasi Kepemimpinan Lokal
Wujudkan Hunian Terjangkau: Mendagri Instruksikan Pemda Permudah Izin Pembangunan Rumah MBR
Ajang Bersejarah di Banten: 963 Pecatur Siap Rebut Gelar Juara pada Kejurnas Catur 2026
Kemendagri Dorong Penguatan Peran Karang Taruna sebagai Penggerak Pembangunan Nasional
Hadiri Rakornas TPAKD, Mendagri Pastikan Bantuan Apresiasi Pemda TA 2027 Tetap Ada
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Ekosistem Ekonomi Berbasis Potensi Daerah
Sekjen Kemendagri Minta Pemda Susun Aturan yang Permudah Pelayanan dan Tak Bebani Masyarakat
Hadiri Sidang Kabinet Paripurna, Mendagri Tito Simak Arahan Presiden soal Pentingnya Kekompakan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Optimalisasi Otonomi Daerah: Kemendagri Dorong Penguatan Manajerial dan Inovasi Kepemimpinan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Wujudkan Hunian Terjangkau: Mendagri Instruksikan Pemda Permudah Izin Pembangunan Rumah MBR

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Ajang Bersejarah di Banten: 963 Pecatur Siap Rebut Gelar Juara pada Kejurnas Catur 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Kemendagri Dorong Penguatan Peran Karang Taruna sebagai Penggerak Pembangunan Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Hadiri Rakornas TPAKD, Mendagri Pastikan Bantuan Apresiasi Pemda TA 2027 Tetap Ada

Berita Terbaru