Pantai Baron Kembali Berpasir Setelah Gelombang Pasang Geser Aliran Sungai

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Gunungkidul – Pantai Baron hari ini, Jumat (21/8/2026) berubah drastis setelah gelombang pasang menggeser aliran Sungai Baron dari depan pantai menuju sisi barat kawasan wisata, hari ini wisatawan.

Perubahan itu terlihat Kamis (20/8/2026), sehari setelah gelombang pasang menerjang kawasan Baron sejak Rabu siang hingga malam, hingga menarik perhatian wisatawan.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono, menyebut perubahan aliran sungai tersebut cukup signifikan bagi wisatawan, dan menarik minat pengunjung datang.

“Sekarang Pantai Baron berubah wajah. Sungai yang biasanya membentang di depan pantai sudah pindah ke sisi barat,” kata Marjono, saat ini di Baron.

Menurut Marjono, kondisi Pantai Baron saat ini mengingatkan suasana kawasan tersebut sekitar 14 tahun lalu sebelum aliran sungai berubah, dengan pasir yang terbuka.

“Selama ini kalau wisatawan mau bermain air laut harus menyeberang sungai,” ujar Marjono saat menjelaskan perubahan kondisi Pantai Baron, di hadapan kawasan pantai.

Namun kini wisatawan tidak perlu lagi menggunakan perahu penyeberangan untuk mencapai bibir pantai setelah hamparan pasir kembali terbuka di depan, seperti sebelumnya dilakukan.

“Sekarang sudah tidak perlu lagi karena sudah ada bantaran pasir di depan pantai,” kata Marjono mengenai akses wisatawan, dan akses terasa lebih mudah.

Aliran Sungai Baron kini bergerak dari utara menuju selatan, kemudian mengalir rapat mengikuti tebing yang berada di sisi barat, menuju laut selatan kawasan.

Pergeseran aliran sungai tersebut membuat area pasir di depan pantai kembali terbuka dan memberikan akses lebih mudah bagi pengunjung, untuk menyeberangi sungai lagi.

Kondisi baru ini juga memunculkan komentar warganet yang menilai wisatawan dapat menghemat biaya penyeberangan sekitar Rp10 ribu dibandingkan sebelumnya, untuk wisatawan yang berkunjung.

“Warganet menyebut bisa ngirit Rp10 ribu untuk bayar perahu penyeberangan,” menjadi gambaran reaksi terhadap perubahan akses Pantai Baron, setelah kondisi pantai berubah drastis.

Meski demikian, perubahan bentang alam akibat gelombang pasang tetap perlu diperhatikan karena kondisi pantai dan aliran sungai dapat kembali berubah, demi keselamatan pengunjung.

Marjono berharap perubahan alami tersebut justru menghadirkan daya tarik baru bagi wisatawan yang selama ini mengenal karakter khas Pantai Baron, bagi warga sekitar.

“Mudah-mudahan perubahan ini menjadi daya tarik baru dan mampu mendongkrak kembali kunjungan wisatawan ke Pantai Baron,” ujarnya kepada wartawan, untuk mencapai bibir pantai.

Pantai Baron kini menawarkan pengalaman berbeda karena wisatawan dapat menikmati hamparan pasir lebih luas sebelum langsung menuju kawasan bibir pantai, seperti pengalaman sebelumnya.

Wajah baru Pantai Baron menjadi kabar menarik bagi wisatawan, sekaligus menunjukkan bagaimana alam mampu mengubah lanskap destinasi wisata secara spontan, bagi pengunjung kini. (waw)

Berita Terkait

Aduan 110 Bergerak, Polsek Gamping Amankan Terduga Pelaku Pencurian
BPS DIY: Desil Bersifat Dinamis, Bukan Label Permanen Kaya atau Miskin
Dosen Ilmu Komunikasi UWM Soroti Algoritma Media Sosial yang Bentuk Realitas Digital
TUMANDUR UGM Buktikan Sampah Organik Bisa Jadi Pupuk dan Sumber Pangan Keluarga
Jalan Sehat HUT RI ke-81, Ketua DPRD Sleman Ajak Warga Perkuat Semangat Kebersamaan
Pemerintah Kota Yogyakarta Targetkan 18.000 Data UKM Baru melalui Pendataan Digital 2026
Hendak Bawa Motor Warga? Dua Pemuda Diamankan Polisi di Donggubah
Digitalisasi Pajak Yogyakarta Diperkuat, KKI Tembus Rp3,8 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Aduan 110 Bergerak, Polsek Gamping Amankan Terduga Pelaku Pencurian

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Pantai Baron Kembali Berpasir Setelah Gelombang Pasang Geser Aliran Sungai

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:30 WIB

BPS DIY: Desil Bersifat Dinamis, Bukan Label Permanen Kaya atau Miskin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Dosen Ilmu Komunikasi UWM Soroti Algoritma Media Sosial yang Bentuk Realitas Digital

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:20 WIB

TUMANDUR UGM Buktikan Sampah Organik Bisa Jadi Pupuk dan Sumber Pangan Keluarga

Berita Terbaru