TUMANDUR UGM Buktikan Sampah Organik Bisa Jadi Pupuk dan Sumber Pangan Keluarga

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, SLEMAN — Sampah organik rumah tangga di Kampung Jurugsari, Condongcatur, Sleman, kini disulap menjadi pupuk hingga menghasilkan pangan.

Perubahan itu digerakkan Program TUMANDUR UGM bersama warga Kampung Jurugsari melalui pengelolaan sampah organik berkelanjutan. Hasil pemberdayaan tersebut ditandai panen sayuran bersama ibu-ibu PKK Jurugsari, Kamis (20/8/2026) sore.

Panen berlangsung di Pusat Pelatihan TUMANDUR, mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB dengan suasana penuh kebersamaan.

Ketua Tim PKM-PM TUMANDUR UGM Siti Nur Khasanah mengatakan sampah organik masih memiliki nilai guna besar.

“Panen ini menjadi bukti bahwa sampah organik yang dianggap limbah dapat diolah menjadi sesuatu bermanfaat,” ujar Siti.

Menurutnya, hasil pengolahan tersebut kemudian kembali kepada masyarakat dalam bentuk pangan yang bisa dimanfaatkan keluarga.

Program TUMANDUR mengusung tema pemberdayaan ibu-ibu PKK melalui transformasi limbah organik menjadi pupuk hayati cair.

Konsep tersebut memanfaatkan Smart Compost Vessel untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik cair dan kompos.

POC hasil pengolahan sampah organik dipanen pada 28 Juli 2026, kemudian kompos dipanen pada 14 Agustus 2026.

Pupuk yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk tanaman hingga menghasilkan sayuran yang dipanen bersama warga.

“Dari sampah menjadi pupuk, pupuk menyuburkan tanaman, kemudian tanaman menghasilkan pangan,” kata Siti.

Dalam kegiatan panen, ibu-ibu PKK bersama mahasiswa UGM memetik sayuran yang telah dibudidayakan menggunakan pupuk hasil olahan.

Hasil panen kemudian diolah dan dimasak bersama sebelum dinikmati warga dalam suasana kebersamaan.

Ketua PKK Kampung Jurugsari Rini berharap pengetahuan TUMANDUR terus diterapkan warga secara mandiri di lingkungan rumah.

“Sampah organik yang biasanya dibuang ternyata bisa diolah menjadi pupuk, digunakan menanam sayuran,” ujar Rini.

Dukuh Joho Retnaningsih menegaskan keberlanjutan menjadi tantangan setelah pendampingan mahasiswa UGM dalam program TUMANDUR berakhir.

“Pengetahuan dan keterampilan yang sudah diperoleh jangan berhenti ketika program selesai,” kata Retnaningsih.

TUMANDUR diharapkan memperkuat pekarangan produktif, pengelolaan sampah mandiri, sekaligus ketahanan pangan keluarga melalui siklus sederhana berkelanjutan. (ady)

Berita Terkait

BPS DIY: Desil Bersifat Dinamis, Bukan Label Permanen Kaya atau Miskin
Dosen Ilmu Komunikasi UWM Soroti Algoritma Media Sosial yang Bentuk Realitas Digital
Jalan Sehat HUT RI ke-81, Ketua DPRD Sleman Ajak Warga Perkuat Semangat Kebersamaan
Pemerintah Kota Yogyakarta Targetkan 18.000 Data UKM Baru melalui Pendataan Digital 2026
Hendak Bawa Motor Warga? Dua Pemuda Diamankan Polisi di Donggubah
Digitalisasi Pajak Yogyakarta Diperkuat, KKI Tembus Rp3,8 Miliar
PT Jogja Makmur Sejahtera Rayakan Anniversary Pertama, Perkuat Komitmen Kembangkan Destinasi Yogyakarta
Inung Nurzani Kobarkan Tekad Pertahankan Juara Umum Kejurda Catur DIY 2026

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:30 WIB

BPS DIY: Desil Bersifat Dinamis, Bukan Label Permanen Kaya atau Miskin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:20 WIB

TUMANDUR UGM Buktikan Sampah Organik Bisa Jadi Pupuk dan Sumber Pangan Keluarga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Jalan Sehat HUT RI ke-81, Ketua DPRD Sleman Ajak Warga Perkuat Semangat Kebersamaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Pemerintah Kota Yogyakarta Targetkan 18.000 Data UKM Baru melalui Pendataan Digital 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Hendak Bawa Motor Warga? Dua Pemuda Diamankan Polisi di Donggubah

Berita Terbaru