Perkuat Pencegahan Korupsi, Wamendagri Wiyagus Minta Kepala Daerah Tingkatkan Kompetensi

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Semarang – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya komitmen integritas dari seluruh kepala daerah guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. Komitmen tersebut perlu diimbangi dengan kemauan para pimpinan daerah untuk terus mempelajari regulasi pengelolaan keuangan negara.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keynote speech pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).

Wiyagus menyoroti banyaknya kepala daerah yang berasal dari beragam latar belakang, seperti politisi maupun pengusaha, yang belum terbiasa dengan ketentuan mengenai tata kelola keuangan publik. Menurutnya, pemahaman terhadap aturan hukum menjadi pelindungan utama bagi pimpinan daerah.

“Jadi belajar, belajar, dan belajar karena semua risiko ada di kepala daerah ya,” tegas Wiyagus.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hadir bukan sekadar untuk menghukum, melainkan menjalankan fungsi pembinaan agar seluruh pemerintah daerah (Pemda) dapat berjalan sesuai koridor hukum. Pembinaan ini krusial untuk membentuk pimpinan yang berintegritas, adaptif, dan kolaboratif, sehingga tidak tergoda melakukan tindakan koruptif.

Upaya penguatan tata kelola tersebut, lanjut Wiyagus, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita ke-7 yang memprioritaskan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi. Rakor tersebut merupakan pelaksanaan klaster ketiga dari sepuluh rangkaian kegiatan edukasi pencegahan korupsi yang dirancang Kemendagri bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Terakhir, Wiyagus menekankan bahwa perbaikan sistem tata kelola pemerintahan melibatkan empat dimensi utama, yakni kepemimpinan dan politik, kebijakan tata kelola, pengawasan dan akuntabilitas, serta integritas. Ia meminta seluruh pimpinan dan aparatur daerah mencermati titik rawan dalam siklus pemerintahan serta melakukan perubahan paradigma pada tingkat individu.

“Mudah-mudahan setelah kegiatan ini tidak ada lagilah kepala daerah yang berkaitan dengan masalah hukum ya,” harap Wiyagus.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X, serta jajaran pejabat terkait lainnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Kasatgas Tito Turun Pantau Rehab-Rekon Sumatera, Dorong Semua Pihak Percepat Penanganan
Kepala Daerah Diminta Integrasikan Keadilan Ekologis dalam Pembangunan
Pascagempa NTT, Mendagri dan Menteri PKP Siapkan Penanganan Rumah Warga
Gempa NTT, Mendagri Tito Pastikan Pemerintah Hadir dan Percepat Penanganan
Warga Pulau Palue Terdampak Gempa, Mendagri Salurkan Bantuan untuk Penuhi Kebutuhan
Hadir di Maumere, Mendagri Tito Beri Tali Asih bagi Ahli Waris Korban Gempa
Bima Arya Dorong Analis Kebijakan Turun ke Lapangan agar Rekomendasi Lebih Tepat
Penanganan Bencana di Maumere, Mendagri Tito Apresiasi Manajemen Posko Pemda Sikka

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Kasatgas Tito Turun Pantau Rehab-Rekon Sumatera, Dorong Semua Pihak Percepat Penanganan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Kepala Daerah Diminta Integrasikan Keadilan Ekologis dalam Pembangunan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Pascagempa NTT, Mendagri dan Menteri PKP Siapkan Penanganan Rumah Warga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:02 WIB

Perkuat Pencegahan Korupsi, Wamendagri Wiyagus Minta Kepala Daerah Tingkatkan Kompetensi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Gempa NTT, Mendagri Tito Pastikan Pemerintah Hadir dan Percepat Penanganan

Berita Terbaru