‎Alutsista Dikirim ke NTT, Akademisi: Bantuan Harus Tepat Sasaran

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, ‎SLEMAN – Akademisi Universitas Widya Mataram Nur Amala Saputri menilai pemerintah tepat mengirim bantuan logistik dan alutsista untuk menangani bencana di wilayah NTT saat ini.

Menurut Nur Amala, alutsista dibutuhkan ketika akses darat menuju lokasi terdampak bencana sulit dilalui sehingga bantuan tetap dapat bergerak cepat menuju lokasi pengungsian.

“Penggunaan perangkat militer dapat menjadi solusi ketika akses menuju lokasi bencana sulit dijangkau melalui jalur darat,” ujar Nur Amala Saputri di lokasi terdampak.

Ia menilai pengiriman bantuan dalam jumlah besar menjadi langkah awal penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur segera secara keseluruhan.

Sejumlah bantuan telah dikoordinasikan pemerintah untuk dikirimkan menuju wilayah terdampak, termasuk obat-obatan, makanan, minuman, tenda darurat, pakaian, serta perlengkapan pengungsian lainnya di lapangan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut mengoordinasikan pengiriman bantuan yang disebut telah mencapai sekitar 253 ton untuk masyarakat terdampak bencana di wilayah NTT.

“Bantuan logistik harus segera tiba di lokasi terdampak agar kebutuhan masyarakat pengungsian dapat terpenuhi secara cepat dan tepat sasaran,” kata Nur Amala langsung.

Menurut Nur Amala, besarnya bantuan menjadi modal penting, tetapi distribusi lapangan tetap menentukan keberhasilan pemerintah dalam menangani kondisi darurat secara cepat dan menyeluruh.

“Efektivitas penanganan bencana tidak hanya ditentukan jumlah bantuan, melainkan kemampuan menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan,” ujar Nur Amala Saputri dalam keterangannya langsung di lapangan.

Penggunaan alutsista dinilai relevan untuk mempercepat mobilisasi bantuan, terutama ketika kondisi geografis dan akses transportasi menghambat perjalanan menuju kawasan terdampak bencana NTT segera.

“Ketika jalur darat menghadapi kendala, perangkat militer dapat membantu membuka pilihan distribusi sehingga bantuan tidak tertahan terlalu lama,” ujarnya kepada wartawan langsung.p

Nur Amala berharap koordinasi antar lembaga terus diperkuat agar bantuan pemerintah dapat disalurkan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat di lokasi pengungsian bencana NTT secara optimal.

“Kecepatan sangat penting, tetapi ketepatan sasaran juga harus menjadi perhatian utama dalam setiap proses distribusi bantuan,” tegas Nur Amala Saputri dalam penanganan darurat.

Ia juga menilai kebutuhan masyarakat perlu dipetakan secara berkala supaya bantuan berikutnya tidak sekadar banyak, tetapi benar-benar sesuai kondisi lapangan secara berkelanjutan lebih.

“Pemerintah perlu memastikan bantuan yang dikirim benar-benar menjawab kebutuhan warga terdampak, termasuk kebutuhan dasar selama berada di pengungsian,” katanya kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).

Dengan koordinasi yang kuat, pengiriman logistik dan pemanfaatan alutsista diharapkan mampu mempercepat penanganan serta membantu masyarakat melewati masa darurat bencana dengan lebih baik.

Nur Amala menambahkan, keberhasilan penanganan akhirnya terlihat dari kecepatan bantuan diterima warga, ketepatan distribusi, serta kesesuaian bantuan dengan kebutuhan masyarakat terdampak secara keseluruhan.

Menurutnya, pemerintah perlu menjaga kesinambungan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga situasi bencana berangsur pulih dan aktivitas warga kembali normal secara bertahap. (ADY)

Berita Terkait

Festival Sastra Yogyakarta 2026 “LAKU” Jadi Ruang Bersama Ekosistem Sastra
Gelombang Menghantam Perahu Nelayan Pantai Siung, Empat Orang Selamat
GPM Kota Yogyakarta Perkuat Konsolidasi, Dorong Kerja Nyata untuk Kaum Marhaen
Upacara HUT ke-81 RI di UWM, Prof Edy Tekankan Makna Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Pedagang Pasar Bitingan Kudus Semarakkan HUT RI Lewat Senam Sehat dan Guyub Bersama
Warga Lima Perumahan di Sampangan Tolak Kolam Koi, Khawatir Dampak Lingkungan
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Gelar Vaksinasi Rabies Gratis di 45 Kelurahan Selama September 2026
Pengadilan Negeri Yogyakarta Gelar Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Festival Sastra Yogyakarta 2026 “LAKU” Jadi Ruang Bersama Ekosistem Sastra

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Gelombang Menghantam Perahu Nelayan Pantai Siung, Empat Orang Selamat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:33 WIB

GPM Kota Yogyakarta Perkuat Konsolidasi, Dorong Kerja Nyata untuk Kaum Marhaen

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Upacara HUT ke-81 RI di UWM, Prof Edy Tekankan Makna Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Pedagang Pasar Bitingan Kudus Semarakkan HUT RI Lewat Senam Sehat dan Guyub Bersama

Berita Terbaru