JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Ribuan warga memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026), untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar sebagai rangkaian menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepadatan di sekitar lokasi acara bahkan mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menambah pemberhentian 13 perjalanan kereta api di Stasiun Jatinegara sebagai alternatif bagi calon penumpang.
Sejak sore hari, peserta berdatangan menggunakan bus dari berbagai daerah, antara lain Banten, Jawa Barat, dan Jakarta. Mereka mengenakan pakaian serba putih dan memasuki kawasan Monas melalui pintu pemeriksaan yang disediakan panitia.
Setelah melewati pemeriksaan keamanan, peserta dibagi ke dalam jalur laki-laki dan perempuan. Mereka kemudian menerima suvenir dari Istana Kepresidenan Republik Indonesia berupa sajadah dan perlengkapan ibadah, yakni mukena bagi perempuan serta sarung untuk laki-laki. Selanjutnya, para peserta menggelar sajadah di sekitar panggung utama yang telah disiapkan penyelenggara.
Kementerian Agama memperkirakan kegiatan yang berlangsung pukul 17.00 hingga 21.30 WIB itu dihadiri sekitar 100.000 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Acara dibuka untuk masyarakat umum sebagai ikhtiar spiritual menyongsong peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Panitia telah membuka akses masuk peserta sejak pukul 15.00 WIB melalui pintu keamanan di sisi utara dan selatan Monas. Bagi masyarakat yang tidak memperoleh tempat di area utama, penyelenggara menyiapkan layar LED di sejumlah titik di luar arena agar seluruh rangkaian acara tetap dapat disaksikan.
Untuk menunjang kenyamanan peserta, Baznas menyediakan 100.000 botol air minum kemasan berukuran 600 mililiter dan 100.000 bungkus roti isi. Sebanyak 75 relawan kebersihan juga disiagakan guna menjaga kebersihan kawasan Monas selama kegiatan berlangsung, di samping layanan kesehatan yang telah disiapkan panitia.
Sementara itu, meningkatnya aktivitas di sekitar Monas diperkirakan berdampak pada arus lalu lintas menuju Stasiun Gambir. Karena itu, PT KAI Daop 1 Jakarta menetapkan tambahan pemberhentian bagi 13 perjalanan kereta api di Stasiun Jatinegara pada Sabtu.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk memberikan pilihan bagi pelanggan yang berpotensi mengalami kesulitan mencapai Stasiun Gambir akibat kepadatan lalu lintas dan kemungkinan pengalihan arus kendaraan di sekitar kawasan Monas.
Meski demikian, calon penumpang tetap dapat naik dari Stasiun Gambir sesuai dengan tiket yang telah dimiliki. Tambahan pemberhentian di Stasiun Jatinegara berlaku untuk sejumlah kereta keberangkatan Gambir, antara lain KA Brawijaya, Bima, Gajayana, Cakrabuana, Sembrani, Pandalungan, Argo Anggrek, Argo Lawu, Purwojaya, Taksaka, Gunungjati, Manahan, dan Argo Anjasmoro. (ihd)














