JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta, 23 Juli 2026* – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong PT Indobox Cinematic Buana memperluas distribusi film nasional melalui pengembangan bioskop modular (micro-cinema) sebagai bioskop rakyat. Inisiasi ini diharapkan membuka akses masyarakat di daerah yang belum memiliki bioskop, sekaligus menciptakan ruang pertumbuhan ekonomi kreatif baru.
“Kementerian Ekraf menyambut baik berbagai inovasi dan kolaborasi dari Indobox Cinema yang mampu memperluas akses distribusi film sekaligus mau menggerakkan ekonomi kreatif di daerah. Ini menjadi satu semangat dengan Indobox Cinema yang saling menyadari bahwa lumbung-lumbung ekonomi kreatif banyak tersebar sehingga masyarakat di berbagai daerah memiliki kesempatan sama untuk menikmati karya sineas Indonesia,” ungkap Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya saat audiensi dengan PT Indobox Cinematic Buana di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (23/7).
Solusi bioskop modular dinilai dapat menjawab persoalan 74 persen kabupaten/kota di Indonesia yang belum memiliki bioskop. Menurut Menteri Ekraf, kehadiran bioskop modular tidak hanya berfungsi sebagai ruang pemutaran film, tetapi juga menjadi simpul aktivitas ekonomi kreatif yang membuka peluang kolaborasi yang melibatkan pegiat usaha lokal, komunitas, hingga talenta kreatif di berbagai wilayah.
“Kolaborasi dengan Indobox Cinema memiliki peluang yang sangat besar untuk meningkatkan nilai tambah dan hilirisasi subsektor film. Ketika akses terhadap film nasional semakin luas, maka peluang bagi sineas, pegiat ekraf, komunitas kreatif hingga investor bisa tumbuh lebih holistik bersama sehingga semangat Indobox Cinema semakin kuat,” tambah Menteri Ekraf.
Indobox Cinema merupakan jaringan bioskop modular (micro-cinema) di Indonesia yang dirancang dengan investasi lebih efisien, waktu pembangunan yang singkat, serta harga tiket yang lebih terjangkau. Model investasi ini ditujukan untuk menjawab kesenjangan akses bioskop mengingat baru 26 persen kabupaten/kota di Indonesia memiliki bioskop, dengan sekitar 70 persen di antaranya terkonsentrasi di Pulau Jawa.
“Kami percaya setiap kota berhak memiliki hiburan yang layak. Dari pertemuan ini, kami dapat banyak insight atau wawasan baru mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif lokal bagi perfilman nasional. Kami berharap konsep bioskop modular dapat menjadi solusi yang menghadirkan hiburan berkualitas, memperluas distribusi film Indonesia, hingga menciptakan multiplier effect yang meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Budi Yulianto sebagai Komisaris Utama PT Indobox Cinematic Buana.
Kementerian Ekraf siap menjembatani komunikasi dengan Pemerintah Daerah untuk pemanfaatan aset atau lahan publik yang belum optimal sebagai lokasi penempatan unit bioskop modular. Kolaborasi ini juga diyakini mampu menjadi sarana distribusi resmi terhadap film-film independen berbasis komunitas, film dokumenter, dan film daerah yang membangun ekosistem perfilman semakin inklusif, inovatif, dan berdaya saing.
Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam audiensi tersebut yaitu Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Syaf; Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan; Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan, Panji Purboyo, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng. Hadir pula Direktur Indobox Cinema, Rendy Gunawan. (lsi)
Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif














