Aksi Mahasiswa UII Soroti Persoalan Bangsa Lewat Enam Tuntutan Nasional

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, ‎Jogja – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Poros Keadilan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan pernyataan sikap keras terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang dinilai semakin membebani kehidupan masyarakat saat ini.

Dalam pernyataannya, mahasiswa menegaskan pentingnya menjaga demokrasi, supremasi hukum, serta memastikan negara tetap hadir melindungi kepentingan rakyat.

“Negara seharusnya hadir untuk memberikan kepastian dan menjawab kebutuhan rakyat,” tegas mereka, Senin (15/6/2026) di Titik 0 Kilometer.

‎Mahasiswa menilai masyarakat sedang menghadapi berbagai tantangan serius, mulai meningkatnya beban ekonomi, terbatasnya lapangan pekerjaan, hingga munculnya kekhawatiran terhadap menyempitnya ruang demokrasi di Indonesia.

“Rakyat membutuhkan kepastian, bukan eksperimen kekuasaan,” bunyi salah satu poin utama pernyataan sikap tersebut.

Mereka menilai kebijakan publik harus berorientasi pada penyelesaian persoalan mendasar masyarakat.

Dalam orasinya, koordinator Poros Keadilan Mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII menyampaikan enam tuntutan yang dianggap mendesak untuk segera ditindaklanjuti pemerintah.

Tuntutan pertama adalah penghentian total Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).

“Program yang tidak tepat sasaran harus dievaluasi secara menyeluruh demi kepentingan rakyat,” tegas mereka.

Mahasiswa juga mendesak pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak dan kebutuhan pokok.

“Beban ekonomi masyarakat semakin berat dan membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar janji,” ujar mereka.

Pada sektor ekonomi, mahasiswa menuntut perbaikan tata kelola kebijakan fiskal dan keuangan negara.

“Pengelolaan anggaran harus transparan, akuntabel, dan benar-benar berpihak kepada kesejahteraan rakyat,” katanya.

Di bidang hukum dan keamanan, mereka meminta kejelasan progres reformasi Kepolisian Republik Indonesia serta pembahasan revisi Undang-Undang Polri secara terbuka dan partisipatif.

“Reformasi institusi penegak hukum tidak boleh berhenti di tengah jalan,” tegas mahasiswa. Mereka juga menyoroti pentingnya menjaga profesionalisme lembaga negara demi kepercayaan publik.

Selain itu, mahasiswa menuntut penghentian praktik militerisme di ranah sipil. “Konstitusi harus menjadi rujukan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan demokrasi,” ungkap mereka dalam pernyataannya.

Menutup seruannya, Poros Keadilan Mahasiswa mengajak seluruh elemen masyarakat terus mengawal demokrasi.

“Kritik warga negara bukan ancaman, melainkan bagian penting dari demokrasi,” tegas mereka.

“Kami menyerukan penolakan terhadap penyalahgunaan kekuasaan serta menjaga konstitusi sebagai landasan utama pemerintahan yang adil dan berpihak kepada rakyat.”(WAW)

Berita Terkait

Al-Maun Tebar Manfaat, Yatim Dhuafa Rasakan Kepedulian Sesama
Ratusan Dhuafa Rasakan Kebahagiaan dalam Milad Keenam Al-Maun
Demi Keindahan Kota, Jogja Genjot Penanaman Kabel Telekomunikasi
Literasi Digital dan Beasiswa UWM Buka Peluang Pendidikan bagi Warga Rejowinangun
Ribuan Suporter PSIM Ultimatum, Minta Lampu Stadion Mandala Krida Segera Berfungsi
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta: Penyampaian Aspirasi Merupakan Hak Warga Negara yang Harus Dihormati
KKI Sleman Tegaskan Kebaya sebagai Simbol Identitas dan Kekuatan Perempuan
ISI Yogyakarta Perkuat Pemberdayaan Perempuan Disabilitas Lewat Industri Souvenir

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:57 WIB

Al-Maun Tebar Manfaat, Yatim Dhuafa Rasakan Kepedulian Sesama

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:27 WIB

Ratusan Dhuafa Rasakan Kebahagiaan dalam Milad Keenam Al-Maun

Senin, 15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Literasi Digital dan Beasiswa UWM Buka Peluang Pendidikan bagi Warga Rejowinangun

Senin, 15 Juni 2026 - 20:42 WIB

Ribuan Suporter PSIM Ultimatum, Minta Lampu Stadion Mandala Krida Segera Berfungsi

Senin, 15 Juni 2026 - 20:31 WIB

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta: Penyampaian Aspirasi Merupakan Hak Warga Negara yang Harus Dihormati

Berita Terbaru

Yogyakarta

Al-Maun Tebar Manfaat, Yatim Dhuafa Rasakan Kepedulian Sesama

Selasa, 16 Jun 2026 - 11:57 WIB

Yogyakarta

Ratusan Dhuafa Rasakan Kebahagiaan dalam Milad Keenam Al-Maun

Selasa, 16 Jun 2026 - 11:27 WIB