Gerakan Pilah Sampah Kian Menguat, Bank Sampah Anjasmara 47 Dorong Inovasi Digital

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM,  Bank Sampah Anjasmara 47 RW 47 Kentungan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, menggelar pertemuan rutin anggota yang dirangkaikan dengan kegiatan pendampingan dari Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) pada Minggu, 14 Juni 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap Minggu kedua setiap bulan ini menjadi wadah evaluasi, edukasi, sekaligus penguatan tata kelola pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Pertemuan berlangsung di wilayah RT 02 RW 47 Kentungan, tepatnya di kediaman Ibu Wahyudi sebagai lokasi rapat anggota. Sementara itu, kegiatan pemilahan dan penimbangan sampah dilaksanakan di kediaman Ibu Triyani, memanfaatkan fasilitas warga secara gotong royong di tengah keterbatasan sarana yang dimiliki.

Dalam sesi pendampingan, Ani Sumiasih selaku Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kapanewon Depok menjelaskan bahwa P3S merupakan petugas yang ditugaskan untuk mendampingi kelompok pengelola sampah masyarakat agar mampu berkembang secara berkelanjutan, baik dari aspek teknis maupun administrasi.

“*Bank sampah bukan hanya tempat mengumpulkan sampah bernilai ekonomi, tetapi juga sarana membangun budaya peduli lingkungan. Pengisian aplikasi SIOSETU secara tertib menjadi bagian penting untuk memperkuat legalitas, akuntabilitas, dan pengembangan kelembagaan pengelola sampah di masyarakat,”* ujar Ani Sumiasih.

Ani juga mendorong pengurus untuk terus meningkatkan kualitas administrasi dan memanfaatkan sistem digital agar pengelolaan kegiatan dan keuangan menjadi lebih efektif serta transparan.

Bank Sampah Anjasmara 47 telah memiliki Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Warga melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah sehingga sampah yang disetorkan sudah dalam kondisi terpilah. Sampah organik dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ayam, sedangkan sampah nonorganik dikumpulkan untuk disetorkan ke bank sampah setiap bulan.

Ketua Bank Sampah Anjasmara 47, Tumini, menyampaikan bahwa pihaknya masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan jumlah pengurus, kemampuan manajemen keuangan, hingga belum tersedianya lokasi khusus untuk operasional bank sampah.

*“Keuntungan ekonominya memang belum besar, tetapi gerakan memilah sampah telah menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya. Langkah kecil ini menjadi investasi penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,”* tuturnya

Ia menambahkan bahwa kegiatan penimbangan saat ini masih memanfaatkan rumah warga, sementara fasilitas pendukung seperti biopori dan komposter masih terbatas sehingga diperlukan inovasi dan dukungan dari berbagai pihak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua RW 47 Suradiyanto serta Ketua RT 02 RW 47 Agus Purwadi yang mewakili Dukuh Kentungan. Dalam sambutannya, Suradiyanto mengapresiasi semangat warga yang secara mandiri telah menjalankan gerakan pemilahan sampah di lingkungan RW 47

*”Berbagai upaya telah dilakukan warga sesuai kemampuan yang ada. Melalui bank sampah, volume sampah yang dibuang dapat dikurangi, sementara sampah organik dimanfaatkan untuk pakan ikan dan ayam. Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar meminimalkan pembakaran sampah demi menjaga kualitas udara dan kesehatan lingkungan,”* tegas Suradiyanto.

Dari sisi tata kelola, Bank Sampah Anjasmara 47 menerapkan sistem bagi hasil dengan menyisihkan 10 persen dari nilai setoran anggota sebagai kas operasional bank sampah, sedangkan sisanya dicatat sebagai tabungan anggota sesuai kesepakatan bersama. Ke depan, pengurus berharap sistem administrasi dan keuangan dapat bertransformasi menuju digitalisasi agar lebih efisien, transparan, dan akuntabel.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan tenaga pendamping, Bank Sampah Anjasmara 47 diharapkan terus menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah berbasis komunitas di Kalurahan Condongcatur. Semangat memilah sampah sejak dari sumbernya diyakini mampu mengurangi timbulan sampah, meningkatkan nilai ekonomi, serta membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.(ADY)

Berita Terkait

Al-Ma’mun Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Pendampingan Yatim dan Dhuafa
Di Balik Penutupan Alun-Alun Utara, Mas Marrel Paparkan Alasannya
Al-Maun Tebar Manfaat, Yatim Dhuafa Rasakan Kepedulian Sesama
Ratusan Dhuafa Rasakan Kebahagiaan dalam Milad Keenam Al-Maun
Demi Keindahan Kota, Jogja Genjot Penanaman Kabel Telekomunikasi
Literasi Digital dan Beasiswa UWM Buka Peluang Pendidikan bagi Warga Rejowinangun
Ribuan Suporter PSIM Ultimatum, Minta Lampu Stadion Mandala Krida Segera Berfungsi
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta: Penyampaian Aspirasi Merupakan Hak Warga Negara yang Harus Dihormati

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:32 WIB

Al-Ma’mun Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Pendampingan Yatim dan Dhuafa

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:22 WIB

Di Balik Penutupan Alun-Alun Utara, Mas Marrel Paparkan Alasannya

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:27 WIB

Ratusan Dhuafa Rasakan Kebahagiaan dalam Milad Keenam Al-Maun

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:20 WIB

Demi Keindahan Kota, Jogja Genjot Penanaman Kabel Telekomunikasi

Senin, 15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Literasi Digital dan Beasiswa UWM Buka Peluang Pendidikan bagi Warga Rejowinangun

Berita Terbaru