JENDELANUSANTARA.COM, Kota Serang – SDIT Al Zahira menggelar Tasyakuran Akhirussanah dan Pentas Seni Angkatan IV bertema “Mengukir Prestasi di Dunia, Mencetak Generasi Qurani yang Berakhlakul Karimah” di Rachmatoellah Convention Hall (RCH), Sabtu (6/6/2026).
Acara dihadiri Pengawas Pembina Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Hj. Ade Fatmawati, M.Pd., perwakilan UMMI Foundation Kota Serang Ustadzah Indria Suffah, Pembina Yayasan Pendidikan Al Zahira Banten H. Sabruddin, S.H., Ketua Yayasan Pendidikan Al Zahira Banten Dr. Hj. Fidziah, S.E., M.M., jajaran pengurus yayasan, dewan guru, wali murid, serta tamu undangan lainnya serta para sponsor dan mitra pendukung kegiatan, di antaranya PT Penerbit Erlangga, PT Intan Pariwara, Grahita Indonesia, PT Peduli, Bank BSI, dan ASW Food.
Ketua Yayasan Pendidikan Al Zahira Banten, Dr. Hj. Fidziah, S.E., M.M., mengatakan keberhasilan para siswa hingga menyelesaikan pendidikan dasar merupakan hasil kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
“Anak-anak mampu mencapai titik ini karena adanya sinergi yang baik antara guru dan orang tua dalam mendampingi proses belajar mereka,” katanya.
Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an yang diberikan di SDIT Al Zahira diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Generasi Qurani bukan hanya mereka yang mampu menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga yang mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Ia berpesan kepada para lulusan agar terus menjaga semangat belajar dan tidak berhenti memperdalam ilmu agama maupun ilmu pengetahuan.
“Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam kehidupan. Apa yang telah diraih hari ini harus menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.
Fidziah menegaskan, Yayasan Pendidikan Al Zahira akan terus memperkuat program pendidikan berbasis Al-Qur’an dan pengembangan karakter siswa.
“Saya berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas agar lahir generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tukasnya.
Selain prosesi pelepasan siswa, acara juga diisi dengan berbagai penampilan seni dan budaya yang dibawakan para peserta didik. Mulai dari tari kreasi, pertunjukan budaya Nusantara, hingga pidato tiga bahasa yang menunjukkan kemampuan dan kepercayaan diri siswa.
Ia menyebut pentas seni menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan bakat yang selama ini dikembangkan di sekolah.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk tampil dan menunjukkan potensi terbaiknya. Mereka tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kreativitas dan keberanian tampil di depan publik,” lugasnya.
(Yuyi Rohmatunisa)














