Wamendagri Bima Arya: Desain Besar Penataan Daerah Arahkan Kebijakan Nasional

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa Desain Besar Penataan Daerah (Desartada) akan menjadi pedoman nasional dalam pelaksanaan penataan daerah, termasuk sebagai acuan dalam menilai kebutuhan pemekaran, penggabungan, maupun penyesuaian daerah di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bima dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) terkait laporan hasil penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penataan Daerah dan Desartada di Ruang Rapat Komisi II, Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut Bima, penataan daerah merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang bertujuan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah (Pemda), mempercepat kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta meningkatkan daya saing daerah. Penataan daerah juga diarahkan untuk menjaga keunikan adat istiadat, tradisi, dan budaya yang menjadi karakter masing-masing daerah.

Dalam kerangka tersebut, pemerintah menyusun Desartada sebagai arah kebijakan jangka panjang agar pelaksanaan desentralisasi tetap selaras dengan tujuan pembangunan nasional.

“Desain besar penataan daerah ini, ini adalah instrumen yang sangat strategis untuk memastikan bahwa seluruh desain dari penataan daerah itu sesuai dengan target-target atau tujuan dari desentralisasi dan kebutuhan dari pembangunan nasional,” ujar Bima.

Dalam kesempatan itu, Bima juga menegaskan bahwa pemerintah sepakat pemekaran daerah harus dilakukan secara selektif dan melalui pertimbangan yang matang.

“Kami menyepakati apa yang disampaikan oleh pimpinan [rapat] tadi bahwa pemekaran daerah harus dilakukan melalui seleksi yang sangat ketat dengan mempertimbangkan secara seksama berbagai aspek, baik regulasi maupun kondisi sosial, politik, kemampuan fiskal, dan ekonomi nasional,” tegasnya.

Karena itu, meskipun proses penyusunan RPP Penataan Daerah dan RPP Desartada terus berjalan, pembentukan daerah baru akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi makro nasional dan kapasitas fiskal pemerintah. Selain itu, pemerintah juga masih memfokuskan perhatian pada evaluasi perkembangan dan kinerja daerah otonom baru (DOB).

Menurut Bima, evaluasi tersebut penting untuk memastikan tujuan penataan daerah benar-benar tercapai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ke depan pemerintah akan terus melakukan analisis terkait dengan dampak dan kebutuhan daerah persiapan pada tahap pembentukan, pelaksanaan, dan pascadaerah persiapan atau daerah baru,” tandasnya.

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan, Bima Arya Dorong Kolaborasi Antardaerah
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Perempuan Ambil Peran Strategis dalam Kepemimpinan dan Pembangunan
Kasatgas Tito Percepat Anggaran Rehab-Rekon, Pemulihan Pascabencana Sumatera Jadi Prioritas
Mendagri Tekankan ASN Harus Adaptif dan Responsif Layani Masyarakat
1.404 Mahasiswa IPDN Diwisuda, Mendagri Dorong Lulusan Jadi Penggerak Pemerintahan
Hadiri Pembukaan Piala Presiden, Mendagri Dorong Olahraga Berkontribusi pada Ekonomi Rakyat
Indonesia Punya Satu Momentum, Wamendagri Bima Arya Serukan Optimalisasi Bonus Demografi
Mendagri Dorong Transparansi PTT BSPS Lewat Skema Tender Rakyat

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:03 WIB

Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan, Bima Arya Dorong Kolaborasi Antardaerah

Senin, 27 Juli 2026 - 15:24 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Perempuan Ambil Peran Strategis dalam Kepemimpinan dan Pembangunan

Senin, 27 Juli 2026 - 12:25 WIB

Kasatgas Tito Percepat Anggaran Rehab-Rekon, Pemulihan Pascabencana Sumatera Jadi Prioritas

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:37 WIB

Mendagri Tekankan ASN Harus Adaptif dan Responsif Layani Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:30 WIB

1.404 Mahasiswa IPDN Diwisuda, Mendagri Dorong Lulusan Jadi Penggerak Pemerintahan

Berita Terbaru