JENDELANUSANTARA.COM, SLEMAN – Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta melalui Fakultas Sains dan Teknologi menggelar kunjungan lapangan Mata Kuliah Perencanaan Tapak di kawasan RTP Gatotkaca Mrican Caturtunggal dan Microlibrary Pringwulung Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan kolaborasi akademik internasional bersama akademisi dari The Chinese University of Hong Kong.
Sebanyak 37 mahasiswa mengikuti observasi lapangan didampingi dosen pengampu Tika Ainunnisa Fitria bersama asisten mata kuliah Annisa.
Kehadiran Dr. Josep Lii dan Mrs. Helen Tan disebut menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan akademik tersebut.
“Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam perencanaan tapak, tetapi juga memperluas jejaring akademik internasional serta menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Tika Ainunnisa Fitria.
Rombongan disambut Dukuh Pringwulung Sahid Fahrudin, Ketua RW 08 Mrican Caturtunggal Imam Basuki, pengelola Eco Enzim Sigit dan Maries, hingga pelaku UMKM lokal Ngatemin.
Dalam sesi penerimaan di Pendopo RW 42 Pringwulung, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai perkembangan sosial, budaya, serta gerakan lingkungan berbasis masyarakat yang berkembang di wilayah tersebut.
Mahasiswa kemudian melakukan observasi sistematis terhadap kondisi fisik dan nonfisik kawasan.
Mereka menganalisis topografi, vegetasi, sirkulasi lingkungan, hingga pola aktivitas masyarakat. Selain itu, peserta juga mengikuti kelas lapang dan diskusi kelompok yang dibagi dalam lima kelompok kerja untuk menyusun analisis tapak secara langsung di lapangan.
Akademisi dari Hong Kong turut memberikan perspektif internasional terkait pengelolaan ruang publik berkelanjutan dan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
Dukuh Pringwulung, Sahid Fahrudin, mengaku bersyukur wilayahnya menjadi lokasi pembelajaran kolaboratif lintas negara.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Unisa Yogyakarta dan akademisi dari Hong Kong. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun mahasiswa,” ungkapnya.
Ketua RW 08 Mrican Caturtunggal, Imam Basuki, juga mengapresiasi perhatian kalangan akademisi terhadap pengembangan lingkungan dan pemberdayaan warga.
“Kami merasa bangga dan berterima kasih atas perhatian serta cinderamata yang diberikan. Mudah-mudahan sinergi antara kampus dan masyarakat dapat terus terjalin untuk mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan dukungan terhadap UMKM lokal melalui sajian khas warga seperti mi ayam, kupat tahu, dan minuman tradisional. (ady)














