JENDELANUSANTARA. COM, SLEMAN – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Akuntansi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kembali bergerak nyata memberdayakan warga desa.
Kali ini, mereka menggelar pelatihan intensif bertajuk penggabungan teknik ecoprint dan strategi pemasaran digital di Kelompok Wanita Tani (KWT) wilayah Pasekan, Sleman.
Kegiatan ini dirancang matang untuk membuka peluang ekonomi baru sekaligus menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang mulai tergerus zaman modern.
Ketua Tim PKM Ecoprint, Dr Ni Luh Gde Ana Pertiwi MSi menegaskan, program ini sengaja disusun untuk mengangkat potensi lokal jadi bernilai ekonomi tinggi.
“Kami lihat potensi alam dan keterampilan warga sangat besar, tapi belum terolah maksimal. Maka kami hadirkan dua keahlian penting: bikin produk ramah lingkungan dan cara jualnya secara luas,” ungkapnya saat membuka kegiatan.
Pelatihan ini memadukan dua hal krusial: keterampilan menciptakan karya seni ramah lingkungan dan strategi menjangkau pasar yang jauh lebih luas.
Di bawah bimbingan tim pengajar dari UMBY, peserta diajarkan cara menciptakan motif indah dan unik dari bahan alami yang ada di sekitar—mulai dari daun jati, lanang, jarak, hingga kenikir—tanpa merusak alam sekitar.
Selain teknik pembuatan, warga juga dibekali ilmu pemasaran digital agar karya buatan tangan bisa dikenal hingga ke luar daerah bahkan luar pulau.
“Bahan baku gratis dan melimpah, kenapa tidak dimanfaatkan jadi uang? Yang penting caranya diajarkan, dan pasarnya dibuka lebar-lebar,” tegas Ni Luh Gde Ana Pertiwi.
Ia berharap materi ini jadi bekal utama warga untuk bangkitkan ekonomi keluarga.
Warga Antusias Serap Ilmu Baru yang Sangat Berharga
Antusiasme peserta terlihat sangat jelas sejak hari pertama kegiatan digelar. Mereka dengan tekun, teliti, dan bersemangat mempraktikkan setiap tahapan pembuatan ecoprint, mulai dari pemilihan daun, penataan motif, hingga proses pencetakan ke kain.
Bagi sebagian besar ibu-ibu peserta, materi pemasaran digital adalah hal baru yang sangat berharga dan ditunggu-tunggu. Selama ini mereka hanya mengandalkan pasar tradisional atau pesanan tetangga saja.
“Selama ini kami cuma bisa bikin, tapi bingung cara jualnya jauh. Sekarang diajarkan pakai media sosial, rasanya seperti dibukakan jalan baru sekali,” ujar salah satu peserta yang terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi materi.
Buka Jalan Baru Ekonomi Kreatif Desa yang Berkelanjutan
Dr Ni Luh Gde Ana Pertiwi menjelaskan, program ini bukan sekadar pelatihan sesaat, melainkan langkah panjang penguatan ekonomi desa agar lebih mandiri.
“Kami ingin warga tidak hanya mampu menciptakan produk unik dan ramah lingkungan, tapi juga berani dan cakap dalam memasarkannya ke era digital. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan, tidak hanya sesaat saja,” ujarnya didampingi anggota tim lainnya, Rochmad Bayu Utomo dan Ni Made Santi Udiyani.
Kehadiran tim ini juga bentuk dukungan nyata perguruan tinggi membangun potensi masyarakat sekitar.
Langkah Awal Perubahan Besar Ekonomi Warga Desa
Kegiatan yang berlangsung di Desa Putri Purti Maharani, Yogyakarta ini diharapkan menjadi titik balik kemajuan ekonomi warga setempat. Kini warga memiliki bekal keterampilan, wawasan baru, dan keberanian untuk mengembangkan usaha sendiri.
“Ini baru awal, kami akan pantau dan dampingi terus. Harapannya nanti produk ecoprint warga Pasekan makin dikenal luas, bisa serap tenaga kerja lokal, dan bikin ekonomi desa makin sejahtera dan mandiri,” tutup Ni Luh Gde Ana Pertiwi penuh harap.
Langkah kecil ini diyakini bakal membawa dampak besar bagi kesejahteraan seluruh warga desa ke depannya. (adr)














