Belanja Pegawai Tembus 40 Persen, DPRD Kota Bekasi Dorong APBD Lebih Sehat

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi, Rudy Heryansyah. (Dok DPRD)

Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi, Rudy Heryansyah. (Dok DPRD)

JENDELANUSANTARA.COM, Bekasi — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi menyoroti struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai belum sehat. Sorotan utama tertuju pada besarnya porsi belanja pegawai yang masih mendominasi dan dinilai membatasi ruang fiskal untuk kebutuhan publik.

Berdasarkan evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKP) Tahun 2025, fraksi tersebut menilai beban belanja pegawai masih terlalu tinggi dan belum menunjukkan tren penurunan signifikan pada 2026. Kondisi ini dipandang menjadi pekerjaan rumah mendesak bagi pemerintah daerah.

Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi, Rudy Heryansyah, menyatakan bahwa porsi belanja pegawai yang melampaui 40 persen dari total APBD merupakan persoalan serius yang harus segera dibenahi. “Dengan pagu anggaran belanja pegawai mencapai lebih dari 40 persen, ini menjadi persoalan yang harus diselesaikan segera pada 2026,” ujarnya.

Ia menambahkan, sesuai ketentuan perundang-undangan, rasio belanja pegawai pemerintah daerah dibatasi maksimal 30 persen dari total APBD. Target penyesuaian batas tersebut ditetapkan harus tercapai paling lambat pada 2027.

Menurut fraksi, sisa waktu yang ada perlu dimanfaatkan secara optimal untuk melakukan penataan anggaran. Tanpa langkah korektif, tingginya belanja pegawai berpotensi menggerus alokasi untuk belanja publik, termasuk infrastruktur dan layanan dasar.

Kondisi ini juga menjadi tantangan bagi Wali Kota Bekasi dan jajarannya untuk menekan porsi belanja pegawai tanpa mengganggu stabilitas pemerintahan. Salah satu strategi yang didorong adalah meningkatkan kapasitas pendapatan daerah.

“Pemkot Bekasi harus lebih kreatif dalam meningkatkan pendapatan, baik dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun sumber pendapatan lainnya,” kata Rudy.

Dengan penataan yang tepat, fraksi berharap struktur APBD Kota Bekasi ke depan menjadi lebih proporsional dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan serta pelayanan masyarakat secara lebih optimal. (ihd)

Berita Terkait

Investor Daily Summit 2026 Soroti Masa Depan Ekonomi, Hilirisasi dan AI Jadi Bahasan
Penertiban Lahan PJT II, Pemkot Bekasi Bongkar Bangunan Liar di Tanah Apit
Tri Adhianto Dukung Kerja Sama Pemprov Jabar, Warga Bisa Berobat di RS Jaringan Pemerintah
Serunya Wali Kota Bekasi dan Warga Nobar Timnas di Plaza Patriot Chandrabhaga
Hibah Aset Daerah Rp2,7M, Wali Kota Bekasi Serah Terima Kepada Kemenag Kota Bekasi
Wawali Harris Bobihoe Ajak Warga Bangun Keluarga Kuat, Bahagia dan Sejahtera
Hadiri Fun Run, Harris Bobihoe Ajak Warga Perkuat Budaya Hidup Sehat
Cak Imin Soroti Keberhasilan Vida, Bekasi Bersiap Perluas Jangkauan Pasar Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Investor Daily Summit 2026 Soroti Masa Depan Ekonomi, Hilirisasi dan AI Jadi Bahasan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Penertiban Lahan PJT II, Pemkot Bekasi Bongkar Bangunan Liar di Tanah Apit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Tri Adhianto Dukung Kerja Sama Pemprov Jabar, Warga Bisa Berobat di RS Jaringan Pemerintah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Serunya Wali Kota Bekasi dan Warga Nobar Timnas di Plaza Patriot Chandrabhaga

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Hibah Aset Daerah Rp2,7M, Wali Kota Bekasi Serah Terima Kepada Kemenag Kota Bekasi

Berita Terbaru

PURWAKARTA

Polres Purwakarta Dialog Humanis Berlangsung Tertib

Kamis, 8 Okt 2026 - 16:17 WIB