BPBD Sleman Catat Dampak Angin Kencang, Rumah Warga dan Usaha Terdampak

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JENDELANUSANTARA.COM, SLEMAN – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sleman pada Rabu (29/4/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa ini memicu kerusakan di sejumlah titik, mulai dari atap rumah beterbangan hingga pohon tumbang. Warga pun dibuat panik saat angin datang secara tiba-tiba.

“Anginnya kencang sekali, atap langsung terbang,” ujar seorang warga.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten
‎Sleman, kondisi tersebut dipicu oleh potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di wilayah DIY.

Bahkan, prakiraan BMKG menunjukkan fenomena serupa berpotensi meluas ke kabupaten/kota lain hingga malam hari.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem,” kata petugas BPBD.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa, menyampaikan dampak paling signifikan terjadi di sejumlah kapanewon.

Di antaranya Ngaglik, Mlati, dan Gamping menjadi wilayah yang paling terdampak.

“Beberapa titik mengalami kerusakan cukup serius akibat terpaan angin kencang,” ujarnya.

Di wilayah Kapanewon Ngaglik, tepatnya di Padukuhan Sedan, Kalurahan Sariharjo, angin puting beliung mengakibatkan atap dua rumah warga rusak parah.

Selain itu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Palagan Tentara Pelajar.

“Ada gazebo yang ikut miring akibat tertimpa pohon,” ungkap warga setempat.

Sementara itu, di Kapanewon Mlati, angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang menimpa area parkir sebuah pusat kebugaran di Jalan Jambon, Sinduadi.

Sejumlah bangunan usaha seperti warung makan dan warung sayur juga mengalami kerusakan akibat atap yang terlepas.

“Kerusakan cukup banyak di sektor usaha kecil,” kata petugas di lokasi.

BPBD Sleman terus melakukan pendataan dan penanganan di lokasi terdampak. Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi.

“Kami siaga penuh dan mengimbau masyarakat segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” tegas Haris.(ady)

Berita Terkait

Dibalik Popularitas Herbal Sachet, Ada Edukasi Konsumsi yang perlu dipahami
Pembunuhan Siswa Bantul Picu Keprihatinan, DPR Dorong Hukuman Maksimal bagi Pelaku
Ribuan Masyarakat Jogja Deklarasikan Komitmen Jaga Kondusivitas Kota
Akademisi Nilai Ukuran Relevansi Prodi Tak Bisa Hanya Berdasar Kebutuhan Industri
Komitmen Warga, Sekolah Lansia di Ngropoh Tetap Berjalan Meski Program Dihentikan
UMY Tingkatkan Kapasitas UMKM Jamu Gendong Lewat Pendekatan Islami dan Literasi Herbal
Ruzan & Vita Rayakan 20 Tahun Cinta Lewat “Pesta Rock n Roll Jakarta Tour”
BUMKal Nyawiji Condongcatur Siap Beradaptasi dan Bersinergi dengan KDMP

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 09:14 WIB

BPBD Sleman Catat Dampak Angin Kencang, Rumah Warga dan Usaha Terdampak

Kamis, 30 April 2026 - 08:53 WIB

Pembunuhan Siswa Bantul Picu Keprihatinan, DPR Dorong Hukuman Maksimal bagi Pelaku

Kamis, 30 April 2026 - 08:46 WIB

Ribuan Masyarakat Jogja Deklarasikan Komitmen Jaga Kondusivitas Kota

Kamis, 30 April 2026 - 08:31 WIB

Akademisi Nilai Ukuran Relevansi Prodi Tak Bisa Hanya Berdasar Kebutuhan Industri

Kamis, 30 April 2026 - 08:25 WIB

Komitmen Warga, Sekolah Lansia di Ngropoh Tetap Berjalan Meski Program Dihentikan

Berita Terbaru