Pendidikan Kewirausahaan Bagi Generasi Muda (Entrepreneurship Education)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

 

Oleh :  Gde Sumarjaya Linggih, SE., M.AP

Tabanan, 24/04/2018. Kembali Anggota Komisi VI DPR-MPR-RI Gde Sumarjaya Linggih. SE., M.AP., atau yang akrab disapa Demer dari Fraksi Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) BALI melakukan Dengar Pendapat dengan Masyarakat dan Mahasiswa bertempat di Wisma Bedugul, Tabanan Bali. kegiatan yang di hadiri kurang lebih 200 orang peserta yang berasal dari masyarakat dan kalangan mahasiswa, Adapun materi yang disampaikan adalah terkait pendidikan kewirausahaan

Menurutnya negara-negara bisa terbagi menjadi negara maju, atau negara berkembang. Negara maju adalah sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Contoh-contoh negara yang bisa dikatakan sebagai negara maju antara lain, Amerika Serikat, Hong Kong, Belanda, Portugal, Spanyol dan masih banyak lagi. Sedangkan Negara berkembang. adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indek perkembangan manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global. Contoh Negara berkembang: Meksiko, India, Malaysia dan Indonesia.

Di Indonesia sendiri Presiden Joko Widodo mendorong masyarakat untuk turut serta membangun kekuatan ekonomi bangsa. Seperti tertuang dalam salah satu agenda Presiden Joko Widodo (Nawa Cita) yakni “Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik”.

Hasil penelitian membuktikan bahwa mahasiswa harus didorong oleh keluarga dan dirangsang melalui pelajaran kewirausahaan agar mau memulai membangun usaha. Solusi untuk hal tersebut yakni diperlukan kesadaran diri untuk mau menciptakan peluang kerja sehingga dengan demikian berwirausaha akan menjadi pilihan yang tepat. Wirausahawan memiliki beberapa keuntungan diantaranya harga diri, penghasilan, ide dan motivasi, serta masa depan. Tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, artinya lebih baik memberi daripada menerima. Harga diri seorang wirausahawan sangat mulia, karena mampu menciptakan peluang kerja sehingga orang dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagaikan efek domino, di samping keuntungan ada pula kelemahan seorang wirausahawan yakni penghasilan yang tidak tetap, harus bekerja keras dan jam kerjanya panjang, kualitas hidup rendah dan cenderung hemat, serta tanggung jawabnya besar.

Menurut Demer, memang berwirausaha tentu memiliki resiko seperti halnya pekerjaan yang lain. Resiko kerugian dalam usaha merupakan momok yang klasik pada orang yang mau berwirausaha. Perlu ditekankan sekali lagi, bahwa resiko buruk juga ada di semua pekerjaan. Namun, wirausaha memiliki nilai lebih tersendiri dibanding menjadi pekerja kantoran.

Wirausahawan tidak memiliki tanggal gajiannya. Wirausahawan tidak menunggu uang, karena uang yang akan mendatanginya. Artinya, wirausahawan tidak menerima gaji, karena ia yang menggaji. Wirausahawan selain turut membantu membangun ekonomi bangsa, ia juga mendapat nilai tambah, yakni memiliki relasi yang luas. Membangun usaha tentunya tidak bisa mengandalkan pandangan personal. Dalam membangun usaha yang paling penting adalah memahami keinginan pasar. Dengan demikian mau tidak mau seorang wirausahawan memiliki jaringan yang luas dan kuat. Menjadi wirausahawan juga cenderung terhindar dari depresi atau stres. Kenapa? Tentunya anda membangun usaha baiklah dengan apa yang menjadi ketertarikan anda. “Pekerjaan paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar”.

Sebagai Penutup Rapat Dengar Pendapat ini, Demer menyebutkan bahwa yang paling utama pola pikir seorang entrepreneur itu adalah pola pikir yang produktif, kreatif, inovatif karena pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh semua entrepreneur untuk menjalankan suatu usaha. wirausahawan tidak selamanya mulus dalam menjalankan usahanya. ada beberapa hambatan yg mungkin saja dialami oleh wirausahawan saat akan membangun suatu usaha. masalah paling utama yang dihadapi adalah MODAL, merasa dirinya tidak berbakat dalam berwirausaha, merasa dirinya terlalu tua untuk memulai usaha. mungkin hal-hal di bawah ini bisa dilakukan dalam memulai suatu usaha. Pertama, motivasi yang kuat. Kedua, mindset yang tepat(prouktif,kreatif,inovatif,positif), Ketiga, lakukan saja (just do it).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Post Tags: