Pesan Kerukunan Presiden Joko Widodo di Dharma Shanti Nasional 2018

Sambutan Presiden Joko Widodo dalam acara Dharma Shanti Nasional 2018. Foto: JendNus

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

[Jakarta] Presiden Joko Widodo menghadiri acara Dharma Shanti Nasional yang diselenggarakan di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur pada Sabtu (07/04). Acara Dharma Shanti Nasional ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam merayakan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1940.

[Baca Presiden Jokowi : Lebih Dari 30 Tahun Tidak Ada Perubahan Mendasar Di Perguruan Tinggi Indonesia]

Perayaan hari suci Nyepi memberikan inspirasi untuk selalu menjaga keharmonisan hidup sebagai jalan menuju kebahagiaan. Dalam Tri Hita Karana, umat Hindu juga diajarkan untuk menjaga keharmonisan dengan sesama dan alam lingkungan di sekitar kita sebagai perwujudan Srada Bhakti pada Tuhan. Demikian yang disampaikan Presiden Joko Widodo di dalam acara tersebut.

Presiden Joko Widodo Menyalami Umat Hindu yang Hadir di Acara Dharma Shanti Nasional 2018. Foto: JendNus

Presiden Joko Widodo Menyalami Umat Hindu yang Hadir di Acara Dharma Shanti Nasional 2018. Foto: JendNus

“Umat Hindu juga diminta untuk selalu memegang teguh ajaran Wasudewa Kutum Bhakam, kita semua bersaudara. Yang menekankan arti penting persaudaraan yang sejati karena kita semua berasal dari sumber yang sama yakni dari Tuhan yang Maha Esa,” ucap Kepala Negara. Beliau juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia dianugerahi oleh Tuhan sebagai bangsa yang majemuk, dengan 714 suku yang tersebar di 17 ribu pulau dengan agama, bahasa, dan seni-budaya yang berbeda-beda. Oleh karenanya, perbedaan latar belakang agama, suku, dan budaya bukanlah penghalang bagi kita untuk bersatu dan hidup rukun dalam keharmonisan.

“Perbedaan juga bukan penghalang untuk hidup saling menghormati, saling membantu tolong menolong dan membangun solidaritas sosial yang kokoh,” ujar Presiden. Lebih lanjut, Presiden juga menegaskan bahwa perbedaan itu tidak harus diseragamkan, tidak juga harus ditiadakan atau bahkan dilenyapkan. “Semua perbedaan dan keragaman itu justru harus diikat oleh persaudaraan sejati, diikat oleh kebersamaan, diikat oleh kesadaran yang kuat bahwa kita adalah sebangsa dan setanah air,” ujar Presiden.

Presiden Joko Widodo Melayani Permintaan Selfie Umat Hindu yang Hadir di Acara Dharma Shanti Nasional 2018. Foto: JendNus

Presiden Joko Widodo Melayani Permintaan Selfie Umat Hindu yang Hadir di Acara Dharma Shanti Nasional 2018. Foto: JendNus

Oleh karena itu, Presiden meyakini bahwa bangsa Indonesia akan akan tetap berdiri kokoh sampai berwindu-windu lamanya asalkan semua elemen bangsa bersatu. “Bersatu menghadapi kebodohan, bersatu menghadapi kemiskinan dan keterbelakangan, bersatu untuk menjadikan negara yang kita cintai bersama menjadi negara maju, negara pemenang, negara yang berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” tutur Presiden.

[Baca Adakan Pesamuan Madya, PHDI Prov Bali Keluarkan Rekomendasi Pelaksanaan Hari Nyepi Dan Saraswati 2018]

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.()

Sumber: Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry