Adakan Pesamuan Madya, PHDI Prov Bali Keluarkan Rekomendasi Pelaksanaan Hari Nyepi dan Saraswati 2018

Pelaksanaan Hari Raya Nyepi 2017 di Bali. Foto: sindonews.net

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

[Denpasar] Peringatan Hari Nyepi dan perayaan Hari Raya Saraswati pada tahun 2018 jatuh pada hari yang sama yaitu hari Sabtu tanggal 17 Maret 2018. Hal ini menjadi perhatian bagi umat Hindu di Indonesia terkait dengan tata upacara yang harus dilaksanakan pada hari tersebut. Biasanya, Hari Raya Saraswati dilaksanakan mulai pagi hari sampai tengah hari dengan memberikan banten Saraswati di atas buku-buku yang dkumpulkan di suatu tempat. Di Bali, sekolah-sekolah biasanya mengadakan persembahyangan Saraswati bersama di pagi hari. Sementara untuk hari Nyepi, dilakukan dengan Catur Brata Penyepian di mana umat Hindu tidak melakukan berbagai aktivitas dan tidak diperkenankan ke luar rumah. Perbedaan pelaksanaan upacara kedua hari raya inilah yang menjadi perhatian umat Hindu di saat kedua hari Suci umat Hindu ini jatuh di hari yang sama.

[Baca Website Penyedia Informasi Situasi Gunung Agung]

Untuk menjawab perhatian dari umat Hindu, PHDI Provinsi Bali mengadakan Pesamuan Madya II yang diikuti semua perwakilan PHDI se-Bali dan lembaga umat terkait. Pesamuan Madya II PHDI Prov Bali dilaksanakan di Kantor PHDI Provinsi Bali pada hari Sabtu (02/12). Salah seorang peserta rapat yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi Pengurus Harian PHDI Kabupaten Badung, Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag saat dihubungi menyampaikan, rapat Pesamuan Madya ini khusus membahas pelaksanaan Hari Raya Saraswati dan Nyepi yang jatuh pada hari yang sama.

Ilustrasi Pelaksanaan Hari Raya Saraswati di Jakarta. Foto: Hindu Damai

Ilustrasi Pelaksanaan Hari Raya Saraswati di Jakarta. Foto: Hindu Damai

Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa perayaan Hari Raya Saraswati di mulai pukul 03.00 sampai dengan 06.00 pagi pada tanggal 17 Maret 2018. Kemudian umat Hindu melanjutkan dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian untuk hari Nyepi dari pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya. Sebagai konsekuensinya, pelaksanan persembahyangan bersama Hari Raya Saraswati di sekolah-sekolah di Bali ditiadakan. Demikian penjelasan yang disampaikan Pembantu Rektor III IHDN Denpasar ini.

[Baca Semburan Api dari Kawah Gunung Agung]

Dilanjutkan Ajik Candrawan, untuk umat Hindu di luar Bali, diharapkan bisa menyesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. “Yang penting, semua bisa berjalan dengan baik dan tanpa mengurangi makna hari suci tersebut”, jelas Ajik Candrawan. Sementara itu, PHDI Pusat belum mengeluarkan panduan yang berlaku untuk seluruh umat Hindu di Indonesia.()

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry