Festival Fulan Fehan dihadiri Mendagri

Mendagri menyampaikan amanat di Peringatan Sumpah Pemuda, Belu. Foto: nttonlinenow.com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

[Atambua] Penyelenggaran Festival Fulan Fehan di puncak Fulan Fehan bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober pada hari Sabtu (28/10). Berkaitan dengan peringatan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berkesempatan hadir sekaligus menjadi inspektur upacara (Irup). Turut hadir pada upacara peringatan ini adalah Bupati Belu, Bupati Distric Bobonaro-Timor Leste, Agen Konsulat, Anggota DPR RI Fraksi PDIP Herman Hery, Danrem 161/WS, Ketua DPRD Belu, Pimpinan Forkopimda Belu, Pimpinan OPD Belu, BUMN, BUMD dan tokoh-tokoh serta warga setempat.

[Baca Festival Fulan Fehan Dimeriahkan 6000 Penari Likurai]

Dalam amanatnya, Tjahjo Kumolo menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Belu serta masyarakat yang bersama-sama memperingati hari sumpah pemuda. Beliau menegaskan bahwa sumpah pemuda tidak saja hanya dihafal, tapi perlu diaplikasikan secara nyata. “Setiap manusia harus punya impian dan gagasan. Karenanya diharapkan seluruh masyarakat Belu sekecil apapun pemuda harus punya impian dan gagasan supaya punya konsep gagasan untuk membangun bangsa ini dari perbatasan Belu. Gagasan itu akan terwujud demi tercapainya peningkatan berbagai aspek ekonomi yang mana tidak terlepas daripada dukungan oleh warga dan elemen lain,” tambah Mendagri.

Penyerahan Piagam Muri untuk 6000 penari Likurai. Foto: nttonlinenow.com

Penyerahan Piagam Muri untuk 6000 penari Likurai. Foto: nttonlinenow.com

Peringatan sumpah pemuda yang dibarengi dengan Festival Fulan Fehan ini turut dimeriahkan oleh 6000 penari dari pelajar SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Belu dan Kabupaten tetangga Malaka. Puluhan orang berkuda menambah semarak perayaan Festival Fulan Fehan. Tidak ketinggalan, tarian perang Likurai turut ditampilkan dalam Festival ini. Dengan jumlah peserta yang fenomenal ini, tarian Likurai dalam Festival Fulan Fehan yang ditampilkan oleh 6000 penari tersebut berhasil menyabet penghargaan Museum Rekor Dunia – Indonesia (Muri).

Di tempat yang sama, Mendagri juga turut membubuhkan tanda tangan di deklarasi generasi muda di tapal batas Belu – Timor Leste yang menolak paham radikalisme. Deklarasi generasi muda ini merupakan deklarasi yang dilakukan oleh gabungan organisasi kepemudaan yang diantaranya adalah LMPTI Cabang Belu, CIS Timor Atambua, PMKRI Cabang Atambua, GMNI Cabang Belu, FKPPI Belu, Pemuda Katholik Belu, Remaja Masjid Hidayatulan dan Kompas. ()

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1