World Monuments Fund Umumkan 2018 World Monuments Watch

Arsitektur Pasca Kemerdekaan Delhi. Foto: www.wmf.org

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

[New York] World Monuments Fund (WMF) adalah sebuah organisasi non profit yang bertujuan untuk melindungi cagar budaya yang memiliki arti yang penting bagi peradaban manusia. WMF baru saja mengumumkan sebuah daftar cagar budaya di seluruh dunia yang diberi nama 2018 World Monuments Watch. Daftar ini menyoroti 25 cagar budaya yang memiliki resiko tinggi dari sudut ekonomi, politik dan ancaman bencana alam.

al-Hadba'Minaret di Mosul. Foto: www.wmf.org

al-Hadba’Minaret di Mosul. Foto: www.wmf.org

2018 World Monuments Watch melingkupi berbagai cagar budaya dari 30 negara dan teritori yang memiliki nilai budaya tinggi dari jaman pra sejarah hingga abad ke 20. Daftar 2018 World Monuments Watch memiliki beberapa tema yang diantaranya mencakup cagar-cagar budaya yang terancam karena:

  • Konflik Masyarakat, diantaranya Cagar Budaya Souk di Aleppo, Syria, pusat komunitas yang terbakar selama konflik masyarakat setempat, al-Hadba’Minaret di Mosul, Iraq, sebuah landmark bersejarah yang dihancurkan oleh ISIS, Old City of Ta’izz di Yemen, sebuah kota tua yang diliputi perang, dan Lansekap Budaya Sukur di Nigeria, sebuah lansekap budaya yang dikontrol oleh Boko Haram)
  • Penanggulangan Bencana, diantaranya situs bencana Karibia, Teluk, dan Meksiko, Kota Amatrice, Italia, yang hampir seluruh daerahnya diratakan oleh gempa bumi pada tahun 2016)
  • Situs Gerakan Sosial (Situs Alabama Civil Rights, lokasi penting bagi Gerakan Hak Sipil Amerika Serikat pada tahun 1950an dan 1960an)
  • Perubahan Iklim (Blackpool Piers, sebuah tujuan pantai bersejarah di Inggris yang terancam oleh kenaikan permukaan laut dan penguatan gelombang badai)
  • Situs Modern (Arsitektur Pasca Kemerdekaan Delhi, termasuk karya arsitek India Charles Correa dan Raj Rewal, Kagawa Prefectural Gymnasium, sebuah balai olahraga di Jepang yang terbuat dari beton yang dirancang oleh Kenzo Tenge, Gedung Sirius, bangunan perumahan bercorak brutalist di kota Sydney, Australia)
  • Lansekap Budaya (Tebaida Leonesa, rangkaian komunitas pedesaan yang dulunya terisolasi di Spanyo dan sekarang diserbu dengan pariwisata dan pembangunan, Ramal Talca-Constitución, jalur kereta api umum Chile yang terakhir yang baru-baru ini rusak akibat kebakaran hutan, Lansekap Budaya Bukit Matobo di Zimbabwe, salah satu koleksi seni batu dunia yang hebat yang juga terancam oleh kebakaran dan penggundulan hutan).

“Dengan membangun koalisi internasional, daftar World Monuments Watch melindungi dua hal yaitu situs itu sendiri dan sejarah bersama yang dikandung oleh situs tersebut,” kata Joshua David, Presiden & CEO WMF. “Kami mungkin paling dikenal karena keunggulan praktik konservasi kami, namun dampak dari manusia terhadap pekerjaan kami pada akhirnya memiliki peran yang paling berarti. Situs seperti 25 di dalam 2018 Watch adalah tempat di mana kita berkumpul bersama sebagai warga dunia dan memperbaharui komitmen terhadap keadilan, budaya, kedamaian dan pengertian.”()

Sumber: www.archdaily.com

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry